RastraNews.id, Gowa – Di tengah percepatan digitalisasi layanan publik, Pemerintah Kabupaten Gowa mulai memberi perhatian serius pada satu titik yang kerap luput yakni budaya keamanan siber di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Melalui Webinar Peningkatan Cyber Security Awareness Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Gowa, pemerintah daerah mendorong ASN tidak hanya melek digital, tetapi juga sadar terhadap ancaman kejahatan siber yang terus berkembang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menilai transformasi pemerintahan digital tidak akan berjalan optimal tanpa dibarengi penguatan budaya keamanan siber di lingkungan birokrasi.
Saat membuka kegiatan di Peace Room Kantor Bupati Gowa, Kamis (7/5), ia mengingatkan ancaman seperti phishing, pembajakan akun hingga ransomware kini menjadi tantangan nyata yang bisa mengganggu pelayanan publik apabila ASN tidak memiliki kesadaran keamanan digital.
“Semakin tinggi ketergantungan kita pada teknologi, maka semakin tinggi pula risiko ancaman siber yang kita hadapi. Karena itu, keamanan siber harus menjadi budaya dan gaya hidup kerja ASN,” ujarnya.
Menurut Andy, banyak kasus kebocoran data justru dipicu kelalaian pengguna, bukan semata lemahnya sistem teknologi. Tindakan sederhana seperti membagikan kata sandi atau mengklik tautan palsu dapat membuka celah bagi serangan siber terhadap sistem pemerintahan.
Karena itu, ia menilai keamanan siber perlu dipahami sebagai kebutuhan dalam bekerja, bukan sekadar aturan administratif yang membatasi aktivitas pegawai.
Sekda Gowa juga mengapresiasi tema webinar “Satu Langkah Lebih Nyaman: Budaya Keamanan Siber sebagai Gaya Hidup Kerja ASN” yang dinilai relevan dengan tantangan birokrasi digital saat ini.
Sementara itu, Kepala Dinas KominfoSP Kabupaten Gowa, Emy Pratiwi Luthfy, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi keamanan informasi sekaligus memperkuat tata kelola persandian di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menyelaraskan tata kelola keamanan informasi di tingkat OPD guna meningkatkan skor IKASANDI Kabupaten Gowa, sekaligus mempererat koordinasi dan kolaborasi pengelolaan persandian lintas kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan,” harapnya.
Webinar ini turut menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara serta Tim Teknis Keamanan Informasi Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

