RastraNews.id, Makassar — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pejuang Republik Indonesia sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja FKIP pasca pelantikan dekan baru pada tahun sebelumnya.
Raker tahun ini mengusung tema “Transformasi FKIP Menuju 2030 Melalui Inovasi Pembelajaran, Profesionalisme Layanan, dan Penguatan Karakter Pendidik Berjiwa Pejuang Berdaya Saing Global.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen FKIP UPRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan akademik, serta membentuk karakter pendidik yang unggul dan kompetitif di tingkat global.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UPRI Makassar, Darwis Nur Tinri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh civitas akademika dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi langkah strategis dalam menyusun program inovatif dan berkelanjutan demi kemajuan FKIP ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FKIP UPRI, Supardi Salam, menyampaikan bahwa Raker 2026 menjadi titik awal penguatan visi kelembagaan menuju tahun 2030.
Ia berharap seluruh program yang dirancang tidak hanya berhenti pada tataran perencanaan, tetapi dapat diimplementasikan secara optimal untuk meningkatkan mutu lulusan serta daya saing institusi.
“Ini adalah fondasi awal untuk memperkuat arah transformasi FKIP agar lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Rapat kerja tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di lingkungan FKIP UPRI.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis inovasi, peningkatan kualitas layanan akademik, hingga penguatan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang berintegritas dan berjiwa pejuang.
Melalui Raker ini, FKIP UPRI diharapkan mampu menghadirkan terobosan baru dalam dunia pendidikan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai lembaga pencetak tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing global. (*)

