Rastranews.id, Gowa — Pemerintah Kabupaten Gowa menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan strategi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, dengan menitikberatkan pada validitas data dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menegaskan, pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi prioritas utama dalam mendorong kemajuan daerah.

Menurutnya, indikator kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti infrastruktur, tetapi juga kualitas SDM masyarakat.

“Sering kali orang melihat kemajuan dari gedung atau jalan. Padahal, sumber daya manusia adalah kunci utama kemajuan daerah,” ujarnya.

Husniah menekankan pentingnya data yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan agar program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran.

“Data harus valid, supaya kita tahu langkah apa yang harus diambil,” katanya.

Ia juga memaparkan dinamika pertumbuhan ekonomi Gowa dalam beberapa tahun terakhir yang mengalami fluktuasi. Pada 2021–2022 terjadi penurunan akibat lemahnya daya beli masyarakat, sebelum kembali tumbuh pada 2023 sebesar 5,82 persen dan kembali melambat pada 2024.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kapasitas SDM, khususnya dalam sektor ekonomi produktif.

“Kalau SDM kita kuat, maka kemiskinan bisa ditekan dan daerah bisa lebih maju,” jelasnya.

Melalui program Gowa Maju, Pemkab Gowa menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat melampaui rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan dan nasional pada 2025, dengan fokus utama pada pengentasan kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan Andi Mohammad Sardi menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak menjadi langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

“Sinergi ini penting untuk menghadirkan solusi yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Kami mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang inklusif,” pungkasnya.