RastraNews.id, Luwu Timur — Festival Sungai Malili (FSM) 2026 resmi ditutup dengan meriah di Andi Nyiwi Park, Malili, Sabtu (6/6/2026) malam. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya menjadikan festival tahunan tersebut sebagai salah satu ikon pariwisata unggulan daerah yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Penutupan festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur itu dihadiri ribuan warga yang memadati kawasan Andi Nyiwi Park untuk menyaksikan malam puncak Festival Musik Band sebagai agenda penutup seluruh rangkaian kegiatan.

Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Festival Sungai Malili tahun ini. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan berbagai elemen daerah lainnya.

Ia menilai Festival Sungai Malili memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar perayaan tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat identitas daerah, mempromosikan potensi wisata, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus mempererat kebersamaan.

“Ketika pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen daerah bersatu, maka kita mampu menghadirkan sebuah kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah,” ujar Puspawati.

Karena itu, Wabup berharap Festival Sungai Malili terus berkembang dan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Pemerintah daerah menargetkan festival tersebut menjadi agenda strategis yang semakin dikenal luas dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Luwu Timur.

“Kita ingin festival ini menjadi salah satu ikon pariwisata unggulan Kabupaten Luwu Timur yang dikenal luas, mampu menarik wisatawan, meningkatkan kunjungan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain menjadi sarana promosi wisata, Festival Sungai Malili juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, khususnya Sungai Malili yang selama ini menjadi salah satu aset alam dan kebanggaan masyarakat Luwu Timur.

Rangkaian Festival Sungai Malili 2026 diisi berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Mulai dari pameran UMKM yang menampilkan produk unggulan daerah, lomba perahu naga, Karnaval Budaya, hingga Festival Musik Band yang menjadi penutup acara.

Pada malam penutupan, panitia juga mengumumkan para pemenang Festival Musik Band. Halaman Band berhasil keluar sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah sebesar Rp15 juta. Posisi kedua diraih Sambakki Project Band dengan hadiah Rp10 juta, sementara Repsiti Band menempati peringkat ketiga dan memperoleh hadiah Rp5 juta.

Menutup sambutannya, Puspawati mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan yang digelar selama festival berlangsung.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan. Bagi yang belum berhasil meraih juara, saya berharap tetap semangat dan terus mengembangkan kemampuan untuk berpartisipasi kembali pada kesempatan yang akan datang,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, para camat, pelajar, serta masyarakat yang ikut memeriahkan perayaan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur. (*)