RastraNews.id, Makassar – Kegiatan tahunan Kota Makassar yang selalu digelar di malam ke-15 Tahun Baru Imlek, Festival Cap Go Meh Makassar kembali akan digelar pada Selasa 3 Maret 2026 di sepanjang Jalan Sulawesi.

Kali ini pelaksanaannya sarat akan semangat toleransi merajut harmoni menjaga perbedaan. Mengingat pelaksanaan tahun ini bertepatan dengan momen Ramadan.

DPD Walubi Sulsel bersama Vihara Girinaga dan MR’Green Production selaku pelaksana acara menyatakan perayaan ini akan diwarnai bakti sosial berbagi kasih 1000 paket pada masyarakat yang membutuhkan.

“Acara ini juga memberi ruang pada teman-teman muslim untuk berbuka puasa bersama,” kata Ketua Panitia, Pdt Roy Ruslim sesaat setelah audiensi bersama Wali Kota Makassar di Balaikota, Senin,19 Januari.

Roy melanjutkan, agenda buka puasa bersama yang dicetus panitia mendapat sambutan baik dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

“Kita bersyukur Pak Wali menyambut baik setiap agenda dari Festival Cap Go Meh Makassar. Beliau bahkan bersedia hadir bersama forkopimda untuk berbuka puasa beramaa di lokasi acara,” lanjut Roy.

Secara rinci Roy menyatakan, pihaknya menggelar acara ini dengan penuh pertimbangan agar dapat diterima semua pihak.

“Untuk itu kita fokus acara dimulai sore jelang berbuka. Dan nanti dilanjut setelah teman-teman muslim selesai tarawih,” katanya.

Menurutnya dengan semangat toleransi, saling menjaga dan menghargai dapat menjadikan Festival Cap Go Meh Makassar sebagai kegiatan berkah untuk segala pihak.

Sementara itu, Founder Event Organizer Mister Green Production, Rosmini Hamid, menegaskan bahwa Cap Go Meh 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga ajang kolaborasi lintas budaya dan kepedulian sosial.

“Cap Go Meh ini adalah perayaan budaya, bukan ritual agama. Tahun ini kita kolaborasikan dengan Ramadhan melalui buka puasa bersama dan tausiyah,” jelasnya.

Rosmini menyebut, UMKM yang terlibat tahun ini mencapai lebih dari 100 UMKM, ditambah puluhan stan dari perwakilan Walubi.

Panitia juga mendukung program pemerintah terkait Eco Green, dengan penggunaan wadah makanan ramah lingkungan dan pemilahan sampah basah serta kering.

Dari sisi hiburan, panitia memilih untuk menampilkan musisi dan seniman lokal, sebagai bentuk empati terhadap musibah bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

“Kita beri panggung bagi musisi lokal seperti Ashari Sitaba, Ati Kodong, hingga talenta lokal lainnya. Konsepnya benar-benar kolaborasi Nusantara,” katanya.

Salah satu atraksi yang menjadi sorotan adalah kolaborasi unik tabuh beduk dan tabuh genderang Barongsai yang akan ditampilkan saat pembukaan acara.

Untuk lokasi kegiatan, panitia memusatkan perayaan di Jalan Sulawesi, dari Jalan Riburane hingga Jalan Timor, dengan pertimbangan kenyamanan umat Muslim yang menjalankan ibadah Ramadhan.

Perayaan Cap Go Meh 2026 ini diharapkan menjadi simbol toleransi, kebersamaan, dan harmoni lintas budaya di Kota Makassar. (*)