RastraNews.id, Barru — Mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Posko 6 Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan identifikasi dan pemetaan lokasi usulan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Dusun Worong’e, Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKP Posko 6 yang diwujudkan melalui aksi langsung di lapangan.

Kegiatan dipimpin Koordinator Desa (Kordes) KKP Posko 6, Muh. Aqram Al Gifari. Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa didampingi Kepala Dusun Worong’e, Arman, serta Ketua RT 01, Abdul Main.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses identifikasi batas lahan dan lokasi yang diusulkan sebagai objek TORA sesuai dengan kondisi serta informasi kepemilikan yang diketahui masyarakat setempat.

Muh. Aqram Al Gifari mengatakan, pemetaan lapangan menjadi langkah penting untuk menghasilkan data spasial yang valid dan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa.

“Pendampingan langsung dari Bapak Arman selaku Kepala Dusun Worong’e dan Bapak Abdul Main selaku Ketua RT 01 sangat membantu kami di lapangan. Melalui arahan mereka, kami bisa memetakan koordinat batas-batas wilayah dan kepemilikan lahan yang diusulkan secara presisi,” ujarnya.

Menurutnya, data hasil pemetaan digital tersebut diharapkan dapat membantu proses tindak lanjut legalitas aset tanah masyarakat melalui program TORA.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh personel KKP Posko 6 turut mengambil peran sesuai tugas masing-masing.

Diva Risky Asyaitum selaku sekretaris dan A. Wahyurini sebagai bendahara menangani administrasi serta kebutuhan logistik. Muh. Wahyudi bertugas dalam koordinasi dengan masyarakat, sedangkan Rendy Wirasandi dan Much. Amri menangani peralatan pemetaan di lapangan.

Sementara itu, Firza Dheska Abelia F mengoordinasikan agenda teknis kegiatan. Visualisasi data dan dokumentasi lapangan ditangani Diva Aulia Akbar dari divisi publikasi, dokumentasi, dan desain (PDD). Adapun kebutuhan konsumsi tim dikoordinasikan Nurul Izzha B.

Masyarakat Dusun Worong’e bersama Pemerintah Desa Lompo Tengah menyambut positif kegiatan tersebut. Pemerintah desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Arifuddin Pabiseang menilai kehadiran mahasiswa turut membantu masyarakat dalam menerjemahkan informasi batas wilayah usulan TORA ke dalam bentuk peta digital.

Hasil identifikasi dan pemetaan tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Lompo Tengah untuk menjadi arsip serta bahan rujukan dalam proses tindak lanjut program TORA ke tingkat pemerintahan berikutnya.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKP Posko 6, Rahmat Ariandi, S.Hut., M.Hut., turut memantau pelaksanaan dan perkembangan program tersebut agar tetap sejalan dengan target akademik serta kebutuhan masyarakat di lokasi KKP. (*)