Rastranews.id, Makassar – PSM Makassar bakal menjamu Malut United pada duel pekan ke-15 Super League 2025-2026.

Duel dua tim Indonesia Timur ini akan berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulsel, pada Minggu (21/12/2025).

Pada laga ini, tuan rumah jelas mengusung misi tiga poin terlebih tampil dihadapan publik sendiri.

Jika sukses meraih tiga poin, Juku Eja juga akan memutus rekor tak terkalahkan Malut United dalam 8 laga terakhir secara beruntun.

Namun, Malut United tentu bukan tim yang mudah dikalahkan oleh lawannya.

Pasalnya, pasukan Hendri Susilo mampu mencatatkan penampilan apik terutama di markas lawan.

Dari catatan 8 laga yang dimainkan, Laskar Kie Raha sukses menghasilkan enam kali menang dan dua imbang.

Dari enam kemenangan tersebut, tiga diantaranya diraih di markas lawan atau lebih tepatnya bertindak sebagai tim tamu.

Tiga kemenagan Malut di atas justru menjadi alaram bahaya bagi PSM Makassar.

Bagaimana tidak, di atas kertas, hasil tiga poin di markas sendiri cukup sulit diraih Juku Eja di musim ini.

Dari 7 laga kandang di musim ini, hanya 2 laga menghasilkan tiga poin.

Dua kemenangan itu masing-masing melawan Persija Jakarta di pekan ke-5 dengan skor 2-0 dan mengalahkan PSBS Biak 5-0 di pekan ke-13.

Sementara laga kandang lainnya menghasilkan 3 imbang, dan sekali kalah.

Hasil 7 laga kandang ini menunjukkan performa PSM Makassar tidak begitu stabil di hadapan publik sendiri.

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha sebelumnya mengatakan secara keseluruhan, PSM Makassar sulit meraih hasil maksimal karena pemain terlalu terburu-buru.

Hal itu ia sampaikan saat PSM Makassar menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-4 di Stadion BJ Habibie, Sabtu (6/12/2025).

“Yang kita butuhkan hanya sedikit kesabaran. apakah itu mungkin mereka pemain-pemain agak sedikit buru-buru,” ujar Tomas Trucha dikutip Jumat (19/12/2025).

Selain itu, tingkat kehadiran suporter yang datang di Stadion BJ Habibie juga menjadi alasan lain.

Pasalnya, kehadiran suporter PSM Makassar di laga kandang musim ini memang tidak stabil.

Melawan PSIM Yogyakarta di pekan ke-7 pada 27 September misalnya, hanya mencatatkan 3.246 pasang mata.

Sementara melawan Arema FC di pekan 9, pada Mimggu 19 Oktober, mengalami penurunan signifikan diangka 1.789 pasang mata.

Salah satu laga dengan kehadiran suporter terbanyakdi laga kandang Juku Eja musim ini, terjadi saat melawan Persija Jakarta dengan 6.116 orang.

Bahkan, jumlah penonton terbanyak baru terjadi di laga melawan Perssbaya awal Desember ini dengan catatan 6.434 jumlah penonton.

“Saya pikir ada sedikit tekanan karena di pertandingan sebelumnya kita menang dan banyak orang yang datang hari ini dan mereka merasakan tekanan tersebut, saya tidak tahu. Mungkin mereka merasakan agak sedikit nerves,” jelas Tomas.

Meski begitu, pelatih asal Republik Ceko ini akan membenahi kekurangan tim sebelum melawan Malut United.

Ia berharap di laga tersebut dukungan dari suporter tetap maksimal. (MA)