Rastranews.id, Kediri– Ambisi Persib Bandung untuk menguasai puncak klasemen Liga 1 harus pupus secara dramatis.

Bertandang ke markas Persik Kediri, Maung Bandung dipaksa bermain imbang 1-1 lewat gol “pembunuh” di masa injury time, Senin (5/1/2026), malam.

​Laga ini diwarnai kisah heroisme sekaligus tragis dari seorang Saddil Ramdani, serta semangat pantang menyerah dari tuan rumah Macan Putih.

Saddil Ramdani: Dari Pahlawan Jadi Pesakitan

​Buntu di babak pertama, pelatih Persib melakukan perjudian taktis dengan memasukkan Saddil Ramdani di babak kedua. Strategi ini awalnya berbuah manis.

​Masuk sebagai supersub, Saddil langsung memberikan dampak instan. Di menit ke-68, aksinya sukses memecah kebuntuan dan mengoyak jala Persik Kediri.

Skor 0-1 untuk Persib membuat Bobotoh bersorak, seolah tiga poin sudah di tangan.

​Namun, drama sesungguhnya baru dimulai. Di menit ke-81, petaka menghampiri. Saddil Ramdani, sang pencetak gol, harus diusir wasit keluar lapangan setelah menerima kartu merah.

Persib dipaksa bertahan mati-matian dengan 10 pemain di sisa waktu normal.

Petaka Menit 90+5’

​Unggul jumlah pemain membuat Persik Kediri menggempur habis-habisan pertahanan Persib. Ketegangan memuncak saat fourth official mengangkat papan tambahan waktu.

​Tepat di detik-detik akhir laga, menit ke-90+5′, mimpi buruk Persib menjadi nyata. Muhamad Firly muncul sebagai penyelamat bagi Persik Kediri.

Gol telatnya membuyarkan kemenangan Persib yang sudah di depan mata. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Gagal Salip Borneo FC dan Persija

​Hasil imbang ini terasa sangat menyakitkan bagi anak asuh Bojan Hodak.

Tambahan satu poin memang membuat perolehan poin mereka (35 poin) menyamai Persija Jakarta di posisi kedua, namun Persib gagal mengkudeta Borneo FC (37 poin) di puncak klasemen.

​Hasil ini membuat Persib tertahan di peringkat ke-3, sementara Persik Kediri masih berjuang di papan tengah (posisi 11) dengan 19 poin. (MU)