RatstraNews.id, Albacete– Kejutan besar terjadi di babak 16 besar Copa del Rey, Kamis (15/1/2026), WIB. Real Madrid harus tersingkir lebih awal setelah kalah dramatis 3-2 dari Albacete, meski mendominasi jalannya pertandingan sepanjang laga.

Los Blancos tampil superior dengan penguasaan bola mencapai 75 persen, namun efektivitas menjadi pembeda.
Albacete tampil disiplin, memanfaatkan setiap celah, dan memastikan kemenangan lewat gol di masa injury time.

Albacete membuka keunggulan lebih dulu melalui J. Villar pada menit ke-42. Real Madrid merespons cepat lewat gol Franco Mastantuono di menit 45+3, membuat skor imbang 1-1 hingga turun minum.

Ketegangan meningkat di babak kedua. Saat Madrid terus menekan, Albacete justru kembali unggul lewat J. Betancor pada menit ke-82. Madrid sempat menghidupkan harapan setelah Gonzalo Garcia mencetak gol penyeimbang di menit 90+1.

Namun drama sesungguhnya terjadi di detik-detik akhir. J. Betancor kembali mencetak gol pada menit 90+5, mengunci kemenangan Albacete sekaligus memupus ambisi Real Madrid melangkah lebih jauh di Copa del Rey.

Dominasi Tanpa Efektivitas

Secara statistik, Real Madrid unggul hampir di semua aspek. Mereka mencatatkan 18 tembakan, berbanding 13 milik Albacete. Namun, tuan rumah justru lebih efektif dengan 6 tembakan tepat sasaran, sementara Madrid hanya 5.

Dominasi penguasaan bola Madrid tak mampu menembus pertahanan solid Albacete, yang bermain sabar dan mematikan lewat serangan balik cepat.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Real Madrid, sementara bagi Albacete, kemenangan tersebut tercatat sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan mereka di Copa del Rey. (MU)