RastraNews.id, Makassar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulsel akan melakukan audiensi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan keselamatan nelayan di wilayah perairan Sulawesi Selatan.

Audiensi tersebut merupakan inisiatif DPD HNSI Sulsel yang dipimpin Ketua H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan koordinasi dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR), mengingat tingginya risiko yang dihadapi nelayan saat beraktivitas di laut.

Surat permohonan audiensi telah disampaikan oleh pengurus DPD HNSI Sulsel dan diwakili Ir. Hary Rustam, M.Si., untuk memohon kesediaan Kepala Kantor Basarnas Makassar menerima kunjungan resmi tersebut.

Melalui pertemuan itu, kedua pihak akan membahas berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan perlindungan nelayan, pelaksanaan edukasi dan pelatihan keselamatan pelayaran, hingga penyusunan mekanisme koordinasi dalam penanganan keadaan darurat dan operasi SAR di wilayah Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, M. Arif Anwar, S.Sos., M.M., menyambut positif rencana audiensi tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara Basarnas dan HNSI menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem keselamatan bagi nelayan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari DPD HNSI Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Bapak H. Andi Iwan Darmawan Aras. Nelayan merupakan salah satu kelompok yang paling sering beraktivitas di laut dengan tingkat risiko yang tinggi,” ujar Arif.

“Karena itu, sinergi ini sangat penting. Melalui audiensi nanti, kita akan mematangkan program edukasi sekaligus menyusun skema koordinasi cepat agar ketika terjadi kondisi darurat, tim SAR bersama komunitas nelayan dapat bergerak secara efektif dan efisien,” tambahnya.

DPD HNSI Sulsel berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di laut.

Sinergi itu juga diharapkan melibatkan pengurus HNSI, personel Basarnas, serta dukungan fasilitas operasi keselamatan dan komunikasi lapangan guna memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi para nelayan di Sulawesi Selatan. (*)