RASTRANEWS.ID, TAKALAR – Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru seni budaya di UPT SMP Negeri 4 Takalar, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Jumat (31/7/2026).

‎Pelatihan menghadirkan materi metodologi PTK, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk penelitian, hingga presentasi proposal yang disusun para guru.

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai melalui PNBP UNM Tahun Anggaran 2026 dengan mitra Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Kabupaten Takalar. Guru seni budaya dari berbagai sekolah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan meneliti praktik pembelajaran di kelas secara sistematis.

‎Sesi pertama disampaikan Ketua Tim Pengabdian, Dr. Irfan Kadir, S.Pd., M.Ds., yang memaparkan dasar-dasar PTK, mulai dari konsep, tahapan siklus, hingga cara mengidentifikasi persoalan pembelajaran yang dapat diangkat menjadi penelitian.

‎Menurut Irfan, PTK bukanlah penelitian yang jauh dari keseharian guru. Sebaliknya, bahan penelitian justru berasal dari pengalaman mengajar di kelas yang dihadapi setiap hari.

‎Materi berikutnya dibawakan Nurul Fadhillah S., S.Sos., M.A., yang menjelaskan pemanfaatan AI sebagai alat bantu penelitian. Ia memperlihatkan bagaimana AI dapat digunakan untuk memunculkan ide penelitian, membantu menyusun kerangka tulisan, hingga mempermudah proses penulisan, tanpa menggantikan gagasan dan analisis guru sebagai peneliti.

‎Pelatihan berlangsung interaktif saat tiga guru mempresentasikan proposal PTK yang mereka susun berdasarkan permasalahan nyata di kelas. Presentasi tersebut mendapat tanggapan dan masukan dari peserta lain sehingga terjadi diskusi yang memperkaya perspektif.

‎Dalam sesi tanya jawab, peserta banyak mengangkat persoalan mengenai cara menentukan fokus penelitian dari berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi serta teknik menyusun laporan penelitian yang layak dikembangkan menjadi artikel ilmiah. Tim pengabdian memberikan contoh-contoh praktis agar penelitian tetap fokus, terarah, dan mudah diselesaikan.

‎Program ini berangkat dari kondisi di lapangan yang menunjukkan masih banyak guru seni budaya belum terbiasa menyusun proposal penelitian, menganalisis data, maupun menulis laporan ilmiah. Padahal, kemampuan meneliti merupakan bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang turut mendukung pengembangan karier guru.

‎Selain Irfan Kadir dan Nurul Fadhillah, tim pengabdian juga beranggotakan Ulfah Alfiyyah Abu, S.Pd., M.Pd., dan Dwi Wahyuni Hamka, M.Sn. Dua mahasiswa UNM turut dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

‎Tim pengabdian menegaskan pendampingan tidak berhenti pada pelatihan ini. Guru akan terus didampingi hingga penelitian dilaksanakan di kelas dan hasilnya dapat disusun menjadi artikel ilmiah. Harapannya, terbentuk komunitas guru seni budaya di Kabupaten Takalar yang terbiasa melakukan penelitian dan saling berbagi pengalaman dalam pengembangan profesional.

‎Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM atas dukungannya, serta kepada Syamsulalam, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua MGMP Seni Budaya Kabupaten Takalar, atas kerja sama dalam menyukseskan kegiatan tersebut. (*)