RastraNews.id, Makassar — Tim dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 11 Makassar melalui workshop bertajuk “Penguatan Nasionalisme Melalui Workshop Sejarah Lokal untuk Siswa SMAN 11 Makassar”.

Kegiatan yang berlangsung interaktif pada Selasa, 12 Mei 2026 itu menjadi bagian dari upaya akademisi dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda melalui pemahaman sejarah lokal yang dekat dengan kehidupan mereka.

PKM tersebut dipimpin Ketua Tim, Rusmala Dewi Kabubu, M.Hum., bersama anggota tim Drs. La Malihu dan Dr. Rifal, S.Pd., M.Hum. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2024, yakni Muh. Ridwan dan Muh. Nisyam.

Workshop berlangsung di lingkungan SMAN 11 Makassar dan diikuti para guru serta siswa. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 11 Makassar, Dra. Agustinawati.

Dalam sambutannya, pihak sekolah mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut karena dinilai mampu memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai pentingnya sejarah lokal dalam membangun karakter kebangsaan dan rasa cinta tanah air.

Ketua tim PKM, Rusmala Dewi Kabubu, menjelaskan bahwa sejarah lokal memiliki peran penting dalam membangun kesadaran historis generasi muda.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah daerah dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat identitas nasional siswa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.

“Melalui workshop ini, kami ingin mengajak siswa memahami bahwa nasionalisme tidak hanya dipahami melalui sejarah nasional, tetapi juga dapat dibangun dari pengenalan terhadap sejarah lokal yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, para pemateri membahas berbagai topik terkait sejarah lokal Sulawesi Selatan serta kaitannya dengan nilai perjuangan, identitas budaya, dan semangat kebangsaan.

Materi disampaikan secara interaktif dengan pendekatan pengenalan tokoh lokal Sulawesi Selatan yang memiliki semangat nasionalisme sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan terlibat aktif dalam diskusi.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi bersama para pemateri terkait sejarah lokal dan isu-isu kebangsaan.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PKM ini juga menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan akademik dan sosial mereka. Selain membantu pelaksanaan kegiatan, mahasiswa turut berinteraksi langsung dengan siswa selama workshop berlangsung.

Melalui kegiatan tersebut, tim dosen Program Studi Pendidikan Sejarah berharap workshop sejarah lokal dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam memperkuat nasionalisme generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa.(*)