Rastranews.id, Makassar – Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Bisnis dan Pengajuan Proposal Pinjaman bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Kegiatan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 Tahun 2025 ini berlangsung pada 28–30 Oktober 2025 di Sandeq C Ballroom, Claro Hotel Makassar dan dihadiri pengurus koperasi dari berbagai kelurahan.
Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM), Adriansyah, S.Pd., M.Ak., CTT, hadir sebagai pemateri utama dengan topik “Teknik Proyeksi Keuangan, Analisis Kelayakan, dan Tata Kelola Keuangan Koperasi yang Akuntabel”.
Dalam paparannya, Adriansyah memaparkan teknik penyusunan laporan keuangan proyeksi, termasuk arus kas, laporan laba rugi, dan neraca proyeksi sebagai dasar penilaian kelayakan rencana bisnis KKMP.
Ia menegaskan pentingnya membuat proyeksi yang kredibel dan realistis sesuai standar penilaian lembaga pendanaan.
“Proyeksi keuangan yang baik bukan hanya angka, melainkan perencanaan strategis untuk memastikan koperasi mampu mengelola pinjaman dan mengembangkan usaha. Ini juga menjadi dasar mitigasi risiko,” ujar Adriansyah.
Ia juga memaparkan analisis kelayakan usaha yang mencakup aspek finansial, risiko pasar, operasional, hingga risiko kredit.
Analisis tersebut menjadi kunci bagi koperasi dalam mengidentifikasi potensi keberhasilan usaha sekaligus menjaga stabilitas organisasi.
Pada sesi lanjutan, peserta dibimbing untuk memahami tata kelola koperasi yang akuntabel, sesuai pedoman regulasi terbaru, yakni Permenkop UKM No. 8 Tahun 2023 dan No. 2 Tahun 2024.
Bahasan meliputi prinsip akuntabilitas, transparansi, serta mekanisme pengawasan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT), Badan Pengawas Koperasi, hingga audit internal dan eksternal.
Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi, simulasi, dan sesi tanya jawab mengenai tantangan nyata dalam penyusunan proposal pinjaman KKMP.
Kehadiran akademisi dari UNM ini dinilai memberi perspektif akademik dan praktis yang dibutuhkan untuk membangun koperasi yang lebih profesional dan modern.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan harapannya agar melalui bimtek ini, koperasi di bawah naungan KKMP dapat meningkatkan kapasitas manajerial dan finansial.
“Kami ingin KKMP semakin siap menyusun rencana bisnis berkualitas, memenuhi standar pengajuan pinjaman, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anggota,” demikian pernyataan Dinas Koperasi dan UKM Makassar. (MU)


