“Kalau cuma buat suaka, kami menolak. Masih banyak kader Gerindra yang sangat loyal kepada Pak Prabowo. Di sini tempat loyalitas, bukan pencari suaka,” tegas Wali Kota Batu tersebut.

Ketua DPC Gerindra Tulungagung, Ahmad Baharudin, memiliki pandangan senada. Ia menilai Budi Arie hanya ingin mencari perlindungan.

“Karena dia ingin berlindung di Gerindra sebagai partainya presiden,” ujarnya.

Penolakan juga datang dari Ketua DPC Gerindra Sidoarjo, Mimik Idayana, yang meminta Ketum Prabowo secara langsung untuk menolak kehadiran Budi Arie.

Ia beralasan bahwa idealisme Gerindra tidak cocok dengan rekam jejak Budi Arie.

“Mengingat Partai Gerindra partai politik yang nasionalis dan religius, tidak cocok untuk Budi Arie yang telah melakukan perbuat tercela dan merugikan bangsa rakyat Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Pati, Hardi, menekankan soal perjuangan membesarkan partai.

“Kita jelas menolak karena kita ini sudah mendirikan partai dengan jerih payah, dengan capek, tiba-tiba terus ada orang yang langsung masuk ke Partai Gerindra, kita jelas tidak okelah,” kata Hardi.

Lebih signifikan, penolakan juga disampaikan oleh tingkat kepengurusan yang lebih tinggi, yaitu Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo, menyatakan penolakan secara tegas dan terstruktur.