RastraNews.id, Makassar — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar kembali menjadi perhatian publik. Di tengah suasana duka menyusul wafatnya dua pengurus dalam waktu berdekatan, organisasi induk olahraga tersebut kini menghadapi dinamika internal setelah empat pengurus periode 2025–2029 dikabarkan resmi mengundurkan diri.
Situasi itu memunculkan berbagai spekulasi dan pertanyaan dari kalangan insan olahraga terkait kondisi internal serta soliditas kepengurusan KONI Makassar dalam menjalankan roda organisasi dan pembinaan atlet.
Sebelumnya, keluarga besar KONI Makassar masih berduka atas meninggalnya dua pengurus yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan olahraga di Kota Makassar. Kepergian keduanya disebut meninggalkan kehilangan mendalam, tidak hanya bagi pengurus, tetapi juga atlet dan komunitas olahraga daerah.
Belum sepenuhnya pulih dari suasana duka tersebut, KONI Makassar kembali diterpa persoalan organisasi dengan mundurnya empat pengurus aktif dari kepengurusan periode 2025–2029.
Informasi yang berkembang menyebutkan pengunduran diri itu dipicu sejumlah faktor, mulai dari alasan pribadi hingga adanya perbedaan pandangan dalam internal organisasi. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait identitas maupun alasan detail pengunduran diri para pengurus tersebut.
Kondisi ini pun mendapat perhatian dari sejumlah pemerhati olahraga di Makassar. Mereka menilai situasi internal KONI harus segera disikapi secara terbuka dan bijak agar tidak memengaruhi stabilitas organisasi maupun program pembinaan atlet.
“Situasi ini tentu menjadi perhatian bersama. KONI harus tetap solid karena pembinaan atlet dan agenda olahraga daerah tidak boleh terganggu,” ujar salah satu pemerhati olahraga di Makassar.
Menurutnya, pimpinan KONI Makassar perlu segera melakukan langkah konsolidasi internal guna menjaga kepercayaan publik dan memastikan seluruh program organisasi tetap berjalan optimal.
Di sisi lain, sejumlah pengurus cabang olahraga berharap dinamika yang terjadi tidak berdampak terhadap dukungan pembinaan atlet, pelaksanaan program kerja, maupun persiapan menghadapi agenda olahraga tingkat regional dan nasional.
“Olahraga membutuhkan stabilitas organisasi. Jangan sampai atlet menjadi pihak yang terdampak dari dinamika internal,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari jajaran pimpinan KONI Makassar terkait mundurnya empat pengurus tersebut maupun langkah organisasi dalam merespons kondisi terkini.
Publik kini menanti klarifikasi resmi sekaligus langkah konkret dari KONI Makassar untuk mengembalikan situasi organisasi agar tetap kondusif dan fokus pada peningkatan prestasi olahraga daerah.

