RastraNews.id, Makassar— Irmawati Sila langsung dihadapkan pada target tinggi usai terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Makassar.

Pimpinan partai menaruh harapan besar agar Hanura kembali bangkit dan berjaya di parlemen kota.

Ketua DPD Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki atau Panglima Ta’, secara tegas meminta Irmawati memastikan Hanura meraih kursi di seluruh daerah pemilihan (dapil) DPRD Makassar pada Pemilu mendatang.

“Lima dapil di Kota Makassar harus terisi kursi Hanura. Kalau bisa, lebih dari satu kursi di setiap dapil,” tegas Panglima Ta’ usai Muscab Hanura Makassar, di Hotel Almadera, Minggu (25/1/2026).

Target tersebut, kata dia, bukan tuntutan mendadak. Sejak awal, Irmawati telah menyatakan kesiapannya memimpin Hanura Makassar dengan ambisi politik yang jelas dan terukur.

Bahkan, Wali Kota Makassar turut mengapresiasi kegigihan Irmawati dalam perjuangan politik sebelumnya.

“Beliau siap. Dan saya kira tidak ada yang perlu diragukan. Pak Wali Kota sendiri memuji daya juang Ibu Irma,” ujarnya.

Selain target elektoral, Panglima Ta’ juga menekankan pentingnya percepatan restrukturisasi kepengurusan partai.

Menurutnya, konsolidasi organisasi menjadi kunci utama untuk mengembalikan kekuatan Hanura di Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum.

“Restrukturisasi itu dinamis. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kader dan masyarakat yang ingin bergabung. Penguatan dilakukan dari DPD, DPC, PAC, sampai ranting,” jelasnya.

Di tingkat provinsi, DPD Hanura Sulsel saat ini masih menuntaskan Musyawarah Cabang di sejumlah daerah.

Dari 24 kabupaten/kota, masih tersisa tujuh daerah yang akan segera menggelar Muscab.

“Targetnya akhir Maret semua Muscab rampung,” ungkap Panglima Ta’.

Tak hanya fokus ke daerah, Hanura juga menatap agenda nasional pasca-putusan Mahkamah Konstitusi.

Panglima Ta’ menyebut Ketua Umum Hanura berhasil mengonsolidasikan 11 partai non-parlemen dengan total sekira 17 juta suara.

“Kami sedang merapatkan barisan agar suara itu tidak hilang dan tetap punya keterwakilan di DPR RI,” tutupnya. (*)