RastraNews.id, Makassar — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Syamsul Bahri, akhirnya buka suara terkait anggaran Rp2,5 miliar untuk pelaksanaan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 yang sebelumnya menjadi sorotan Komisi D DPRD Makassar.

Syamsul menegaskan anggaran tersebut bukan untuk membiayai seluruh kegiatan MHM 2026, melainkan hanya bagian dari supporting Pemerintah Kota Makassar terhadap event sport tourism berskala nasional dan internasional tersebut.

“Proposal keseluruhan kegiatan itu kurang lebih Rp9,9 miliar. Sementara dukungan APBD hanya sekitar Rp2,2 miliar bersih setelah efisiensi dan pajak. Selebihnya berasal dari sponsor dan kerja sama lainnya,” ujar Syamsul dalam jumpa pers yang digelar di salah satu kafe di Jalan Onta Makassar, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan MHM kini telah menjadi salah satu event resmi dalam kalender tahunan Kota Makassar sejak pertama digelar pada 2022. Jumlah peserta terus meningkat setiap tahun.

Pada 2022, peserta hanya sekitar 3.500 pelari. Angka itu naik menjadi 5.000 pada 2023, kemudian 7.000 di 2024, hingga mencapai 10.000 peserta pada 2025.

“Tahun ini target kita 12 ribu pelari dan saat ini sudah 11 ribu slot terisi. Sebenarnya sudah hampir close,” katanya.

Menurut Syamsul, besarnya anggaran sebanding dengan standar internasional yang diterapkan panitia. Mulai dari layanan medis, pengamanan, sistem timing chip, sertifikasi rute PB PASI, hingga penutupan jalan dan ratusan marshal di sepanjang lintasan.

Ia juga mengaku melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya setelah menerima berbagai keluhan peserta.

“Masalah kesehatan, pembagian jersey, race pack, sampai sterilnya jalur itu menjadi evaluasi utama. Tahun ini banyak perbaikan dan inovasi baru,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang disiapkan tahun ini adalah penambahan pelaksanaan event menjadi tiga hari, termasuk kategori Kids Run di kawasan CPI untuk memperkenalkan olahraga lari kepada anak-anak.

Syamsul menilai dampak ekonomi MHM sangat besar bagi Kota Makassar. Karena itu, Pemkot telah berkoordinasi dengan sejumlah OPD seperti Dinas Pariwisata, Perdagangan, hingga Perparkiran untuk menyambut ribuan peserta dari luar daerah.

“Kita melihat tren hidup sehat dan olahraga lari di Makassar semakin meningkat. Event ini bukan sekadar lomba, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, penyelenggara MHM, Arief Rachman Nur, menyebut MHM kini menjadi salah satu event lari paling bergengsi di Indonesia Timur.

Menurutnya, sekitar 50 persen peserta tahun ini berasal dari luar Kota Makassar. Bahkan lebih dari 30 pelari mancanegara dipastikan ikut ambil bagian.

“Artinya ada sekitar 6 ribu peserta dari luar Makassar yang akan datang, menginap di hotel, belanja, menikmati kuliner, dan bertransaksi di Kota Makassar,” ujar Arief.

Ia memperkirakan satu keluarga peserta bisa menghabiskan Rp2 juta hingga Rp3 juta selama berada di Makassar dalam rentang lima hari kegiatan.

Arief juga menegaskan standar pelaksanaan MHM terus ditingkatkan agar sejajar dengan event lari nasional di Pulau Jawa.

“Tahun ini rute kita perbaiki total, terutama di area Perintis dan Veteran yang sempat dikeluhkan peserta tahun lalu. Kita ingin semua pelari merasa aman dan nyaman,” katanya.

Selain itu, panitia menghadirkan inovasi “Triple Medal Challenge” bagi 500 peserta yang mengikuti dua kategori lomba sekaligus, yakni 10K dan Half Marathon.

Peserta half marathon juga akan mendapatkan dua jersey, race pack eksklusif, medali impor, serta sistem timing chip untuk merekam hasil lari secara akurat.

“Makassar Half Marathon sekarang sudah menjadi event tujuan pelari Indonesia. Kita bisa bilang ini salah satu event lari terbesar di Indonesia Timur,” tegas Arief. (mu)