RastraNews.id, Luwu Timur – Proses pengusulan Kawasan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional masih terus berlanjut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur saat ini tengah menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) Matano dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kepala Bidang Kemitraan dan Pengembangan Destinasi Pariwisata (KPDP) Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparmudora) Luwu Timur, Andi Irfan Saputra, mengatakan seluruh tahapan pengusulan masih berproses dan kini memasuki tahap menunggu penerbitan SK tersebut.
“Masih berproses, Pak. Menunggu SK Warisan Geologi keluar,” kata Andi Irfan saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).
Ia berharap, SK Penetapan Warisan Geologi Matano dapat diterbitkan pada Agustus 2026 sehingga tahapan selanjutnya dalam pengusulan Geopark Matano menuju Geopark Nasional dapat segera dilanjutkan.
“Berharap bulan Agustus bisa keluar,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Tim Percepatan Penyusunan Dokumen Pengusulan Geopark Matano (TP2D-GM) melakukan audiensi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM di Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Luwu Timur meminta dukungan sekaligus melakukan koordinasi terkait percepatan penetapan keragaman geologi (geodiversity) Matano sebagai Warisan Geologi, yang menjadi salah satu syarat utama dalam pengusulan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, saat itu juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemkab Luwu Timur dan siap membantu mempercepat proses verifikasi maupun administrasi SK Penetapan Warisan Geologi Matano yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
Selain menunggu terbitnya SK tersebut, Pemkab Luwu Timur juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat dokumen pengusulan Geopark Matano.
Andi Irfan mengungkapkan, usai melakukan audiensi dengan Badan Geologi, Pemkab Luwu Timur berencana melanjutkan koordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas guna mendapatkan asistensi penyusunan Rencana Induk Geopark Matano.
“Rencananya setelah dari Badan Geologi, kami ke Bappenas untuk asistensi Rencana Induk Geopark,” ungkapnya.
Rencana induk tersebut nantinya akan menjadi dokumen penting dalam pengelolaan dan pengembangan Geopark Matano, baik dari aspek konservasi, edukasi, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan geopark. (*)

