Rastranews.id, Makassar — Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Muhammad Rheza, memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025, mulai dari penertiban parkir, penguraian kemacetan, penanganan “Pak Ogah”, hingga perbaikan penerangan jalan umum (PJU).

Seluruh capaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kolaborasi lintas sektor demi menjawab kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, sejak kami bertugas di Dinas Perhubungan tahun 2025 ini, dengan dukungan internal dan kolaborasi bersama Kejari, Polrestabes, Polres Pelabuhan, Denpom, PD Parkir, serta instansi lainnya, kami berupaya menghadirkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Rheza kepada media, Rabu (31/12/2025).

Meski mengakui capaian tersebut belum sepenuhnya maksimal, Rheza menegaskan Dishub Makassar terus bergerak secara bertahap dan konsisten dalam menuntaskan persoalan transportasi dan lalu lintas di Kota Makassar.

Parkir Tak Pada Tempatnya Mulai Ditertibkan

Salah satu fokus utama Dishub Makassar adalah penertiban parkir yang selama ini kerap menjadi pemicu kemacetan. Rheza menegaskan, istilah yang lebih tepat bukan “parkir liar”, melainkan parkir tidak pada tempatnya.

“Rambu sudah jelas, tetapi masih banyak yang tidak mengindahkan. Karena itu, kami terus melakukan sosialisasi sekaligus penegakan hukum,” tegasnya.

Menurut Rheza, hasil penertiban mulai terlihat di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Terowongan Ramayana yang selama bertahun-tahun tak kunjung tertata, serta area pusat perbelanjaan, jalan utama, dan jalan poros.

“Ini bukan pekerjaan instan. Parkir yang sudah mengakar butuh proses. Kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat, karena pelaku pelanggaran itu adalah kita sendiri,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Rheza menegaskan bahwa penegakan aturan lalu lintas membutuhkan kesadaran kolektif. Sebab, sekeras apa pun upaya pemerintah, tanpa kesadaran masyarakat, persoalan tak akan tuntas.

“Sesuai pesan Bapak Wali Kota, negara harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik. Tapi kesadaran berlalu lintas tetap menjadi kunci,” pungkasnya. (MU)