RASTRANEWS.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial terus menggenjot pendataan warga melalui platform Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan data penerima bantuan sosial semakin akurat, terpadu, dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan progres pendataan Perlinsos Digital mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data per 11 Agustus 2026, sebanyak 50.088 Kepala Keluarga (KK) telah berhasil didata atau sekitar 11,41 persen dari total sasaran.
”Progres Perlinsos sudah mengalami peningkatan signifikan. Agen turun ke lapangan per kecamatan. Agen kita semuanya ASN dari berbagai SKPD yang ada di kecamatan,” ujar Andi Bukti, Rabu (12/8/2026).
Kota Makassar merupakan salah satu dari 48 daerah yang ditunjuk sebagai pilot project atau daerah percontohan nasional dalam digitalisasi perlindungan sosial.
Menurut Andi Bukti, capaian tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan pekan pertama pelaksanaan pendataan pada awal Agustus. Saat itu, Makassar masih berada di posisi lima besar terbawah dengan progres sekitar 0,1 persen atau baru sekitar 1.000 KK yang berhasil didata.
Setelah dilakukan evaluasi dan pengerahan agen dari sejumlah perangkat daerah, progres pendataan meningkat dan menempatkan Makassar di posisi tengah dari daerah yang mengikuti uji coba tersebut.
”Data itu per tanggal 11 kemarin, dan ini masih ada pendataan yang berjalan dan datanya belum masuk. Ini sudah menjadi progres yang menggembirakan,” jelasnya.
Andi Bukti mengungkapkan, pemerintah pusat pada tahap uji coba menetapkan target pendataan sekitar 40 hingga 60 persen. Namun, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi meminta capaian di Makassar dapat melampaui target tersebut.
Pemkot Makassar menargetkan pendataan mencapai 70 persen sebelum 31 Agustus 2026.
”Target dari pusat sebenarnya 40 persen sampai 50 persen. Tapi Pak Wali Kota minta target kita di Makassar 70 persen,” katanya.
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Sosial mengerahkan sekitar 5.000 Agen Perlinsos yang berasal dari ASN berbagai SKPD.
Sekitar 2.000 agen telah diterjunkan pada tahap pendataan sebelumnya. Pengerahan dilakukan secara bertahap dengan membagi wilayah kerja berdasarkan kecamatan dan sesi pendataan.
”Yang baru turun kemarin sekitar 2.000 orang karena masih menyasar lima kecamatan secara bertahap. Besok dan seterusnya, akan mulai lagi lima kecamatan yang baru dengan agen berbeda dari SKPD lain yang belum bertugas,” ungkap Andi Bukti.
Dinas Sosial membagi pendataan lapangan ke dalam empat sesi. Setiap sesi berlangsung selama tiga hari kerja.
Tahap pertama menyasar Kecamatan Panakkukang, Tamalanrea, Ujung Pandang, Mariso, dan Manggala.
Tahap kedua meliputi Kecamatan Mamajang, Bontoala, Wajo, Tamalate, dan Sangkarrang.
Sementara tahap berikutnya menyasar wilayah yang belum mendapatkan pendataan, di antaranya Kecamatan Biringkanaya, Tallo, Makassar, Ujung Tanah, dan kecamatan lainnya.
”Jadi ada empat sesi, masing-masing sesi mencakup beberapa kecamatan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, sekitar 426.000 KK menjadi target pendataan Perlinsos Digital di Kota Makassar.
Andi Bukti menegaskan, percepatan pendataan bukan semata mengejar angka persentase, tetapi memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terdata dengan baik.
”Total target data kita ada 426.000 KK yang mau didata, percepatan pendataan bukan semata mengejar angka persentase, tetapi juga memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terdata dengan baik,” tuturnya.
Meski progres terus meningkat, Dinas Sosial masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, salah satunya berkaitan dengan komitmen dan ketersediaan agen dari berbagai SKPD.
Kondisi tersebut membuat Dinas Sosial harus melakukan penyesuaian dan menutup kekurangan personel agar proses pendataan tetap berjalan.
”Kami di Dinsos yang harus turun tangan menutupinya. Itu salah satu kendala di lapangan,” tambahnya.
Untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat, Dinas Sosial menyiapkan strategi lanjutan dengan melibatkan RT dan RW.
Setelah tugas agen dari SKPD selesai, RT dan RW akan dilibatkan untuk menyisir warga yang belum masuk dalam pendataan.
”Setelah tugas teman-teman agen SKPD ini selesai, jika masih ada warga atau masyarakat yang belum terdata, kita akan menjadikan RT/RW sebagai agen. Merekalah yang nanti menyisir warga di wilayahnya yang belum terdata,” terangnya.
Keterlibatan RT/RW diharapkan dapat memperkuat validasi data hingga tingkat lingkungan sekaligus mengidentifikasi perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Perlinsos Digital juga menyediakan portal yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran dan pengaduan data secara lebih terintegrasi.
Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat akurasi data penerima bantuan, mengurangi potensi ketidaktepatan sasaran, serta mempermudah masyarakat melakukan pemutakhiran maupun pengaduan apabila terdapat persoalan data.
Dengan progres yang telah mencapai 50.088 KK, Dinas Sosial optimistis percepatan pendataan dapat terus dilakukan hingga akhir Agustus.
Pemerintah Kota Makassar akan mengoptimalkan pengerahan agen, memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan RT/RW untuk menjangkau warga yang belum terdata.
“Target kita sekarang bagaimana terus menggenjot pendataan. Harapannya sebelum tanggal 31 Agustus bisa mencapai 70 persen,” pungkas Andi Bukti. (*)

