Rastranews.id, Makassar – Di saat sebagian oknum aparat akan kembali menjadi sorotan karena gaya hidup mewah, sebuah pemandangan berbeda akan tetap terlihat di halaman kantor kepolisian.

Bukan mobil mewah yang terparkir mencolok, melainkan sebuah sepeda sederhana yang akan setia menemani pengabdian seorang anggota Polri.

Ia adalah Aipda Karhan S.AP, personel yang akan terus bertugas di Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel. Selama 30 tahun berdinas, Karhan akan tetap memilih mengayuh sepeda setiap hari menuju kantor. Pilihan yang mungkin akan terlihat sederhana, namun sarat makna.

Sejak awal bergabung dengan Polri pada tahun 1995 dengan pangkat Tamtama, Karhan akan membiasakan diri hidup bersahaja. Baginya, menjadi anggota kepolisian bukan tentang simbol kemewahan, melainkan tentang tanggung jawab dan integritas.

“Yang penting tugas akan terlaksana dengan baik,” begitu prinsip yang akan selalu ia pegang.

Di tengah arus modernisasi dan tuntutan gaya hidup yang kian tinggi, Karhan akan tetap teguh pada kesederhanaannya. Sepeda yang akan ia kayuh bukan sekadar alat transportasi, tetapi akan menjadi simbol konsistensi dan komitmen terhadap nilai-nilai pengabdian.

Menariknya, dari kesederhanaan itu akan lahir capaian yang membanggakan. Tiga dari empat anaknya akan mengikuti jejak sang ayah menjadi anggota Polri. Sebuah bukti bahwa keteladanan tidak akan harus ditunjukkan lewat kemewahan, melainkan melalui kerja keras dan integritas yang nyata.

Bagi Karhan, keberhasilan tidak akan diukur dari apa yang dimiliki, tetapi dari apa yang akan diwariskan. Yakni nilai disiplin, kejujuran, dan dedikasi.

Kisahnya akan menjadi pengingat bahwa di tengah riuhnya isu gaya hidup hedonis, akan tetap ada sosok-sosok aparat yang menjaga marwah institusi dengan cara paling sederhana. Mengayuh sepeda, menjaga amanah, dan menanamkan teladan bagi generasi penerus. (JY)