RastraNews.id, Makassar — Persaingan keluar dari zona degradasi Super League 2025/2026 memasuki fase krusial. Tiga tim yang kini jadi sorotan adalah PSM Makassar, Madura United, dan Persis Solo.
Selisih poin yang tipis membuat peluang ketiganya masih terbuka. Namun tekanan berbeda mulai terlihat jelang empat laga terakhir musim ini.
Berdasarkan klasemen sementara, PSM berada di peringkat 14 dengan 31 poin, disusul Madura United di posisi 15 dengan 29 poin. Sementara Persis Solo tertahan di peringkat 16 dengan 27 poin.
Hanya terpaut empat angka, situasi ini membuka kemungkinan saling salip hingga pekan terakhir.
Bagi PSM Makassar, empat laga tersisa akan menjadi ujian sesungguhnya. Menghadapi Bhayangkara FC, Arema FC, Persib Bandung, hingga Madura United, Juku Eja dinilai memiliki jadwal paling berat di antara tiga tim yang bersaing.
Laga melawan Bhayangkara FC menjadi titik krusial. Jika mampu meraih kemenangan, PSM berpeluang menjaga momentum dan mengamankan posisi lebih cepat. Sebaliknya, hasil negatif akan membuat tekanan meningkat drastis, terlebih dua laga berikutnya menghadapi tim kuat.
Duel kontra Madura United di pekan terakhir bahkan berpotensi menjadi “final” penentuan nasib.
Di sisi lain, Madura United justru berada dalam posisi yang relatif lebih menguntungkan. Dengan komposisi lawan yang lebih seimbang, mereka masih memiliki peluang realistis untuk mengamankan poin penting.
Menghadapi Bali United, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, dan PSM Makassar, Madura setidaknya memiliki satu laga yang wajib dimenangkan serta peluang mencuri poin di pertandingan lain.
Jika mampu memaksimalkan laga melawan PSIM dan mencuri poin dari satu laga berat, Madura United bisa melampaui perolehan poin PSM sebelum laga terakhir.
Situasi paling sulit dihadapi Persis Solo. Selain tertinggal poin, Laskar Sambernyawa juga dibayangi tren performa yang belum stabil sepanjang musim.
Dengan jarak empat poin dari PSM, Persis tak cukup hanya meraih satu kemenangan. Mereka dituntut meraih setidaknya dua kemenangan sambil berharap pesaingnya terpeleset.
Kondisi ini membuat peluang Persis dinilai paling kecil dibanding dua tim lainnya.
Menariknya, skenario dramatis berpotensi terjadi di pekan terakhir saat PSM Makassar bertemu Madura United. Laga ini bisa menjadi penentuan langsung siapa yang bertahan dan siapa yang harus turun kasta.
Dengan tekanan yang semakin tinggi, setiap poin di sisa pertandingan akan sangat menentukan. Kesalahan kecil bisa berujung fatal di akhir musim. (*)

