Rastranews.id, Makassar – Untuk pertama kalinya, gelaran pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) digelar serentak di seluruh Kota Makassar.
Di SMKN 8 Makassar, proses demokrasi kecil-kecilan ini berlangsung bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah simulasi nyata tentang arti memilih dan dipilih yang penuh makna.
Suasana hari pencoblosan berlangsung lancar dan tertib. Para siswa dengan antusias namun penuh kesadaran mengantri untuk menggunakan hak pilihnya.
Sejak pagi, nuansa demokrasi sudah terasa, mencerminkan keseriusan mereka dalam menentukan masa depan organisasi di sekolahnya.
Kepala SMKN 8 Makassar, Asnah Baharuddin, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Dalam wawancara dengan Rastranews.id, Senin (29/9/2025), ia menyebut momen ini sebagai pengalaman berharga.
“Bagus, menurut saya ini positif. Kebetulan sekolah saya juga telah pemilihan,” ujarnya.
Menurut Asnah, kunci kelancaran hari pemilihan terletak pada persiapan yang matang hampir sebulan penuh.
Prosesnya terstruktur, mulai dari penjaringan dan penetapan calon, masa kampanye, hingga puncaknya di hari pencoblosan.
“Tidak ada kendala, semuanya lancar. Anak-anak memang sudah dipersiapkan sejak awal, kapan pemilihannya, siapa calonnya, semua sudah ditentukan lebih dulu. Jadi tersaring dengan baik,” jelasnya.
Persiapan ini bahkan mendapat sentuhan profesional dengan adanya sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Meski hanya sekali, Asnah menilai para siswa mampu menangkap esensi proses pemilihan dengan baik.
“Bagus, karena ada jadwal, aturan, dan sosialisasi ke sekolah. Jadi anak-anak lebih paham,” tambahnya, mengapresiasi sistem yang diterapkan.
Dalam pemilihan OSIS kali ini, kampanye bukanlah sekadar ceremonial. Asnah menuturkan, momen inilah yang justru sangat mempengaruhi pilihan para siswa.
“Kampanye sangat berpengaruh. Anak-anak memperhatikan orangnya dan program yang ditawarkan. Kalau programnya bagus, mereka pilih,” ucapnya, menggambarkan bagaimana para calon harus meyakinkan konstituennya dengan visi dan program kerja yang konkret.
Dari tiga pasangan calon yang bertarung, kontestan dengan nomor urut 3 akhirnya keluar sebagai pemenang.
Takhta Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMKN 8 Makassar periode mendatang dipercayakan kepada Oktaviani Kardila Gracia dan Andien Cahyaningrum.
Kemenangan mereka menandai dimulainya sebuah kepemimpinan baru, sekaligus menjadi bukti bahwa proses demokrasi yang dijalankan telah berhasil menyalurkan aspirasi siswa.
Sebagai pengalaman pertama, pemilihan OSIS serentak ini diharapkan bukan menjadi yang terakhir.
Kegiatan semacam ini dinilai sebagai wadah yang ideal untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial sejak dini, membekali siswa untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat yang lebih luas di masa depan. (HL)


