Persiapan ini bahkan mendapat sentuhan profesional dengan adanya sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Meski hanya sekali, Asnah menilai para siswa mampu menangkap esensi proses pemilihan dengan baik.
“Bagus, karena ada jadwal, aturan, dan sosialisasi ke sekolah. Jadi anak-anak lebih paham,” tambahnya, mengapresiasi sistem yang diterapkan.

Dalam pemilihan OSIS kali ini, kampanye bukanlah sekadar ceremonial. Asnah menuturkan, momen inilah yang justru sangat mempengaruhi pilihan para siswa.

“Kampanye sangat berpengaruh. Anak-anak memperhatikan orangnya dan program yang ditawarkan. Kalau programnya bagus, mereka pilih,” ucapnya, menggambarkan bagaimana para calon harus meyakinkan konstituennya dengan visi dan program kerja yang konkret.

Dari tiga pasangan calon yang bertarung, kontestan dengan nomor urut 3 akhirnya keluar sebagai pemenang.

Takhta Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMKN 8 Makassar periode mendatang dipercayakan kepada Oktaviani Kardila Gracia dan Andien Cahyaningrum.

Kemenangan mereka menandai dimulainya sebuah kepemimpinan baru, sekaligus menjadi bukti bahwa proses demokrasi yang dijalankan telah berhasil menyalurkan aspirasi siswa.

Sebagai pengalaman pertama, pemilihan OSIS serentak ini diharapkan bukan menjadi yang terakhir.

Kegiatan semacam ini dinilai sebagai wadah yang ideal untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial sejak dini, membekali siswa untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat yang lebih luas di masa depan. (HL)