Rastranews.id, Makassar – Aksi demontrasi menuntut percepatan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah dan pemekaran Provinsi Luwu Raya di depan Kantor Gubernur Sulsel, di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar berakhir ricuh, Senin (12/1/2026) sore.
Massa aksi yang merupakan mahasiswa dari Aliansi Wija To Luwu terlibat bentrok dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Akibatnya kedua kubu dilaporkan sama-sama mengalami luka.
Berdasarkan informasinya yang diperoleh, bentrokan terjadi akibat salah satu massa aksi mendapatkan tindakan represif dari anggota Satpol PP.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Arwin Azis menyebut, ada enam orang luka dari pihak Satpol PP akibat bentrokan tersebut.
“Banyak, ada 6 orang. 5 orang itu kepalanya robek, sementara dijahit. Ada beberapa luka lain. Semua personel yang luka sudah diobati,” terangnya.
Terkait isu pemukulan terhadap massa aksi, Andi Arwin membantah adanya tindakan tersebut.
“Itu tidak ada, perlu saya klarifikasi. Yang katanya dipukul adalah mahasiswa yang jatuh di pagar tadi. Dia manjat pagar, jatuh dan ditolong oleh personel kami. Tidak ada dipukul,” bantahnya.(JY)

