RastraNews.id, Makassar – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, serta kawasan pertigaan Hertasning-Pettarani, Makassar, Jumat (11/9/2026).
Aksi tersebut digelar untuk menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram yang disebut telah mengganggu aktivitas masyarakat di Sulawesi Selatan.
Mahasiswa membawa spanduk bernada keras bertuliskan “SULSEL KRISIS ENERGI, SEMUA KARENA BAHLIL”. Dalam aksinya, massa juga membakar ban bekas dan sempat menyandera mobil tronton.
GAM membawa dua tuntutan utama. Pertama, mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi segera mengatasi persoalan kelangkaan BBM dan LPG 3 kg di Sulawesi Selatan.
Kedua, mereka meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Jenderal Lapangan GAM, Muhammad Irsyad alias Respek, mengatakan kelangkaan BBM dan LPG bersubsidi tidak bisa dipandang sebagai persoalan distribusi semata.
Menurut dia, gangguan pasokan energi berpotensi merembet ke sektor ekonomi karena BBM berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
“Kelangkaan BBM dapat menghambat mobilitas masyarakat dan berpotensi memengaruhi harga barang dan jasa, sementara kelangkaan LPG 3 kg secara langsung berdampak terhadap rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada LPG bersubsidi tersebut,” tegas Irsyad.
GAM Soroti Alasan Panic Buying
Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, juga menyoroti alasan panic buying yang disebut-sebut menjadi salah satu faktor terjadinya kelangkaan BBM dan LPG 3 kg.
Menurut dia, fenomena pembelian berlebihan akibat kekhawatiran kekurangan pasokan seharusnya dapat diantisipasi melalui sistem distribusi yang siap serta komunikasi publik yang efektif.
“Meskipun terdapat anggapan bahwa kelangkaan BBM dan LPG 3 kg disebabkan oleh fenomena panic buying terhadap isu keterbatasan pasokan, alasan tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan pembenaran atas terjadinya kelangkaan yang meluas dan terganggunya akses masyarakat terhadap kebutuhan energi,” jelasnya.
Fajar menilai pemerintah dan pihak terkait semestinya mampu mengantisipasi lonjakan permintaan sebelum berubah menjadi kepanikan di tengah masyarakat.
Ia juga meminta Presiden mengevaluasi kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, terutama dalam memastikan ketahanan dan ketersediaan energi.
“Lemahnya langkah antisipasi terhadap panic buying dan kebutuhan akan kepemimpinan sektor energi yang lebih mampu menjamin ketahanan pasokan energi nasional, maka Menteri ESDM Bahlil Lahadalia patut dievaluasi secara serius oleh Presiden,” ucapnya.
Aksi GAM ini menambah sorotan terhadap persoalan distribusi BBM dan LPG di Sulawesi Selatan. Mahasiswa meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Catatan redaksi: tudingan mahasiswa terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merupakan pernyataan dan sikap massa aksi, bukan fakta yang telah terbukti. Konteks penyebab kelangkaan BBM dan LPG juga perlu dikonfirmasi kepada Pertamina dan pemerintah terkait.


