Rastranews.id, Surabaya — Bernardo Tavares membuktikan kelasnya hanya dalam 45 menit pertama bersama Persebaya Surabaya dalam laga penutup Super League 2025/2026, di Stadion Bung Tomo, Sabtu (10/1).
Pada laga debutnya, pelatih asal Portugal itu membawa Bajul Ijo unggul 2-0 atas Malut United di babak pertama. Lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan, melainkan penghuni papan atas Liga 1.
Persebaya tampil dengan wajah baru. Permainan disiplin, rapat, dan efektif langsung terlihat.
Ciri khas racikan Tavares mulai terasa sejak menit awal.
Menghadapi Malut United yang berada di posisi empat klasemen, Persebaya bermain tanpa ragu. Transisi cepat dan organisasi permainan rapi menjadi pembeda.
Sorotan tertuju pada Paulo Gali Freitas. Di bawah arahan Tavares, pemain sayap itu tampil eksplosif dan mematikan.
Gali mencetak dua gol masing-masing pada menit 14 dan 37. Kedua gol lahir dari skema terukur, bukan situasi acak. Pergerakannya lebih tajam dan efektif.
Sentuhan Tavares mengingatkan publik pada kisah suksesnya bersama PSM Makassar. Saat itu, ia membawa tim yang nyaris degradasi menjadi juara Liga 1 dan pernah membawa PSM juara.
Aura tersebut kini mulai terasa di Surabaya. Persebaya yang sebelumnya berkutat di papan tengah tampak memiliki identitas permainan yang jelas.
Keunggulan 2-0 di babak pertama juga menunjukkan solidnya lini belakang. Malut United dibuat kesulitan menembus pertahanan Bajul Ijo.
Bagi Bonek, debut ini menjadi angin segar. Jika 45 menit pertama adalah gambaran awal, era baru Persebaya di bawah Bernardo Tavares patut dinantikan. (MU)

