Rastranews.id, Makassar — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap fakta serius terkait konsumsi tembakau di Sulawesi Selatan. Sebanyak 22,10 persen penduduk Sulsel tercatat sebagai perokok harian, atau setara 1 dari 5 orang merokok setiap hari.

Dikutip Rastranews.id, data tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi BPS Sulsel @bpssulsel, Kamis (25/12/2025), dan bersumber dari Statistik Kesejahteraan Rakyat Sulawesi Selatan 2025.

BPS mencatat, prevalensi perokok harian di wilayah perdesaan mencapai 24,32 persen, lebih tinggi dibandingkan penduduk perkotaan yang berada di angka 19,73 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat desa lebih rentan terhadap kebiasaan merokok.

Sebaran Perokok Harian 24 Kabupaten/Kota di Sulsel Berdasarkan data BPS, berikut persentase penduduk yang merokok setiap hari di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan:

  1. Bantaeng – 29,59%
  2. Luwu Timur – 28,84%
  3. Enrekang – 26,86%
  4. Kepulauan Selayar – 26,63%
  5. Luwu Utara – 26,08%
  6. Bulukumba – 25,58%
  7. Sinjai – 25,55%
  8. Sidenreng Rappang (Sidrap) – 25,46%
  9. Jeneponto – 24,69%
  10. Gowa – 24,27%
  11. Palopo – 23,67%
  12. Wajo – 22,83%
  13. Bone – 22,49%
  14. Luwu – 21,24%
  15. Tana Toraja – 20,89%
  16. Pinrang – 20,58%
  17. Soppeng – 20,47%
  18. Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) – 20,14%
  19. Takalar – 20,00%
  20. Maros – 19,63%
  21. Parepare – 19,35%
  22. Barru – 19,32%
  23. Toraja Utara – 18,78%
  24. Makassar – 17,27%

Dari data tersebut, Bantaeng menjadi daerah dengan persentase perokok harian tertinggi di Sulawesi Selatan. Sebaliknya, Kota Makassar mencatat angka terendah dan berada jauh di bawah rata-rata provinsi.

Tingginya prevalensi perokok harian ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat edukasi serta kampanye bahaya merokok, khususnya di wilayah perdesaan.

Upaya pencegahan dinilai penting untuk menekan risiko penyakit tidak menular dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat di Sulawesi Selatan. (MU)