RastraNews.id, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mulai mengarahkan fokus pembangunan daerah ke pasar global dengan membuka peluang kerja sama ekonomi dan ekspor komoditas unggulan.
Langkah itu mengemuka dalam pertemuan bersama perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang dipimpin Andi Rahadian di Palu.
Dalam diskusi tersebut, Anwar menegaskan Sulawesi Tengah memiliki beragam produk unggulan yang berpotensi menembus pasar internasional.
“Kita punya banyak produk seperti tenun Donggala, hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan yang bisa kita dorong ke pasar ekspor,” ujarnya.
Ia secara khusus menyoroti peluang kerja sama dengan kawasan Timur Tengah, termasuk Oman, yang dinilai memiliki pasar potensial bagi komoditas asal Sulawesi Tengah.
“Negara seperti Oman punya peluang besar. Kita perlu melihat langsung potensi kerja sama yang bisa dikembangkan di sana,” kata Anwar.
Menanggapi hal tersebut, Andi Rahadian menilai sejumlah produk daerah memiliki daya saing kuat di pasar global, terutama komoditas berbasis pertanian dan olahan.
“Produk seperti durian, kelapa, hingga produk beku punya potensi besar untuk ekspor. Tantangannya tinggal pada akses pasar dan distribusi,” jelasnya.
Pemprov Sulawesi Tengah saat ini juga mendorong pembukaan jalur ekspor langsung guna mengurangi ketergantungan pada negara perantara. Selain itu, peningkatan konektivitas internasional melalui pembukaan rute penerbangan baru menjadi strategi untuk memperkuat akses ekonomi sekaligus menarik wisatawan mancanegara.
“Dengan konektivitas yang terbuka, kita bisa mendorong wisatawan datang sekaligus membuka peluang investasi,” ujar Anwar.
Ia menambahkan, kawasan seperti Banggai memiliki potensi besar di sektor pariwisata, khususnya wisata bahari yang diminati turis asing.
Langkah ini menandai upaya Pemprov Sulawesi Tengah dalam mengintegrasikan penguatan birokrasi dengan ekspansi ekonomi global, dengan target akhir peningkatan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat.

