RastraNews.id, Luwu Timur — Sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Luwu Timur kini mulai diarahkan menuju transformasi yang lebih bernilai.

Di bawah kepemimpinan Bupati, Irwan Bachri Syam, kebijakan pembangunan difokuskan pada peningkatan nilai tambah, penguatan peran daerah, serta praktik pertambangan yang berkelanjutan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah untuk memastikan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak hanya dieksploitasi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Salah satu strategi utama yang didorong adalah sinkronisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan kebutuhan riil pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan perusahaan tambang agar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) benar-benar menyentuh sektor prioritas, seperti pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur desa.

Di sisi lain, percepatan hilirisasi menjadi fokus penting. Pemerintah mendorong agar komoditas tambang, khususnya nikel, tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah di dalam daerah. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing daerah.

Tak hanya itu, konsep pertambangan ramah lingkungan atau green mining juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, termasuk perlindungan sumber air dan ekosistem sekitar kawasan tambang.

Untuk memperkuat kontribusi sektor ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah turut melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), salah satunya melalui PT Luwu Timur Gemilang (Perseroda).

Kehadiran BUMD ini diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam ekosistem industri tambang sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Selain aspek ekonomi, pemerintah juga memberi perhatian pada keselamatan kerja dan kepastian hukum bagi masyarakat. Komitmen terhadap penerapan standar keselamatan terus diperkuat dengan target menekan angka kecelakaan kerja di area tambang.

Di saat yang sama, pemerintah daerah juga memfasilitasi penyelesaian persoalan lahan guna memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas investasi.

Dengan pendekatan yang menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi, lingkungan, dan sosial, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur optimistis sektor pertambangan dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)