RastraNews.id, Makassar – Revalidasi Maros Pangkep UNESCO Global Geopark tahun ini akan melibatkan dua pakar internasional dengan latar belakang dan pengalaman panjang di bidang geologi serta pengelolaan geopark. Mereka adalah Bojan Režun dari Slovenia dan Xiaoping Qiu dari Tiongkok yang ditunjuk UNESCO untuk melakukan evaluasi lapangan pada 27–31 Juli 2026.
Keduanya bukan nama baru dalam jaringan UNESCO Global Geoparks. Mereka dipercaya melakukan penilaian terhadap berbagai kawasan geopark di dunia guna memastikan setiap kawasan tetap memenuhi standar UNESCO dalam aspek konservasi, pendidikan, pengembangan geowisata, hingga pemberdayaan masyarakat.
General Manager Badan Pengelola Kawasan Warisan Dunia Maros Pangkep UNESCO Global Geopark, Dedy Irfan Bachri, mengatakan kedua asesor tersebut akan menilai implementasi enam rekomendasi yang diberikan UNESCO sejak Maros Pangkep resmi menyandang status UNESCO Global Geopark pada 2023.
“UNESCO menetapkan bahwa setiap empat tahun status itu akan direvalidasi atau ditinjau kembali. Mereka akan melihat apakah status yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan di kawasan Geopark Maros Pangkep,” ujar Dedy.
Bojan Režun merupakan ahli geologi, peneliti, sekaligus mantan tokoh politik asal Slovenia yang dikenal luas atas dedikasinya dalam pelestarian warisan geologi, terutama di kawasan Idrija. Berbekal pengalaman panjang dalam pengelolaan geopark, ia kerap dipercaya UNESCO sebagai evaluator untuk menilai berbagai UNESCO Global Geopark di sejumlah negara.
Sementara itu, Xiaoping Qiu merupakan pakar geopark asal Tiongkok yang aktif sebagai evaluator dalam jaringan UNESCO Global Geoparks, khususnya Asia-Pacific Geoparks Network (APGN). Ia dikenal memiliki kepakaran dalam pengembangan geopark, geowisata, serta pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada pelestarian warisan geologi.
Selama berada di kawasan Maros dan Pangkep, kedua asesor akan mengunjungi sejumlah geosite dan destinasi pendukung untuk memverifikasi implementasi enam rekomendasi UNESCO. Mereka juga akan mengevaluasi dampak keberadaan UNESCO Global Geopark terhadap pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi berbasis geowisata, hingga sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha.
Dedy mengatakan, Badan Pengelola telah melakukan berbagai persiapan menghadapi kedatangan tim evaluator tersebut. Persiapan intensif dilakukan sejak April 2026, meski pelaksanaan program untuk memenuhi rekomendasi UNESCO sejatinya telah berlangsung sejak Maros Pangkep memperoleh status UNESCO Global Geopark pada 2023.
Hasil penilaian Bojan Režun dan Xiaoping Qiu nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan UNESCO dalam menentukan apakah Maros Pangkep tetap layak mempertahankan status sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks, sebuah pengakuan internasional yang dievaluasi secara berkala setiap empat tahun. (*)

