RastraNews.id, Makassar — Cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar pada Sabtu (1/2/2026) mengakibatkan 14 kejadian bencana yang tersebar di 15 kecamatan.

Dampak cuaca ekstrem tersebut meliputi angin kencang, pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga gangguan fasilitas umum.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, M Fadli Tahar, mengatakan seluruh kejadian langsung ditangani melalui respons kedaruratan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

“Sejak laporan pertama masuk, kami langsung bergerak cepat melakukan penanganan di seluruh lokasi terdampak,” ujar Fadli Tahar.

BPBD Kota Makassar juga melakukan asesmen lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan, kebutuhan mendesak warga, serta dampak yang ditimbulkan.

Berdasarkan hasil asesmen tersebut, BPBD menyalurkan bantuan kedaruratan serta bahan rekonstruksi dan rehabilitasi kepada masyarakat terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan secara proporsional dan tepat sasaran, sesuai hasil asesmen di lapangan, guna memastikan seluruh lokasi kejadian mendapatkan penanganan yang adil dan sesuai kebutuhan.

Berdasarkan data BPBD Kota Makassar, angin kencang menyebabkan sedikitnya 19 rumah warga terdampak, satu fasilitas pendidikan, serta dua unit mobil akibat pohon tumbang. Total terdapat 16 titik lokasi kejadian yang tersebar di sejumlah wilayah kota.

Adapun lokasi terdampak antara lain di Paccerakkang dan Katimbang (Biringkanaya), Tamalate, Manggala, Batua, Ujung Tanah, hingga Tamalanrea.

BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Warga juga diminta segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkas Fadli Tahar. (MU)