RastraNews.id, Maros – Empat tahun menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp) menjadi pengalaman berharga bagi Pemerintah Kabupaten Maros dalam membenahi tata kelola kawasan Geopark Maros-Pangkep. Berbagai pengalaman dan evaluasi selama periode tersebut kini dijadikan bekal untuk meningkatkan standar pengelolaan kawasan agar semakin profesional dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan komitmen seluruh pemangku kepentingan tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan Geopark Maros-Pangkep. Menurutnya, pengalaman selama empat tahun terakhir memberikan banyak pelajaran yang akan menjadi dasar dalam memperbaiki pengelolaan kawasan ke depan.
“Semua yang paling utama adalah komitmen bersama kita untuk menjaga kawasan geopark ini. Setelah kawasan geopark ini bisa kita jaga dengan baik, insyaallah kita berharap nanti pengelolaannya semakin bagus,” ujar Chaidir usai mendampingi proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep.
Ia mengungkapkan, sejak ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, pemerintah daerah terus mempelajari berbagai aspek pengelolaan, terutama bagaimana menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.
“Memang di tahun-tahun awal ini, karena empat tahun kita pertahankan geopark ini, banyak pelajaran yang kita dapatkan. Terutama bagaimana masyarakat juga bisa terlibat dan mendapatkan manfaat dari keberadaan kawasan geopark ini,” katanya.
Menurut Chaidir, salah satu fokus pembenahan ke depan adalah memperkuat keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menjadi bagian dari pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
“Terutama misalnya keberadaan UMKM yang mungkin akan lebih kita maksimalkan. Kemudian bagaimana keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya secara profesional,” ujarnya.
Meski demikian, Chaidir menilai peningkatan kualitas pengelolaan geopark tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menegaskan perubahan membutuhkan proses dan penyesuaian dengan kondisi sosial masyarakat.
“Kita tidak bisa melakukan perubahan yang sangat drastis untuk mengubah kultur yang ada di masyarakat kita,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap berbagai masukan yang diberikan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, maupun tim asesor UNESCO dalam proses revalidasi kali ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola Geopark Maros-Pangkep.
“Tapi insyaallah ke depan masukan-masukan dari pemerintah pusat, Bappenas, provinsi, dan juga masukan dari tim revalidasi nantinya, itu menjadi pelajaran ke depan kita untuk menjaga geopark kita,” kata Chaidir.
Ia optimistis pengalaman selama empat tahun terakhir, ditambah rekomendasi dari tim revalidasi UNESCO, akan menjadi modal penting bagi Maros-Pangkep untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan geopark sehingga tidak hanya mampu mempertahankan status UNESCO Global Geopark, tetapi juga memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang lebih besar bagi masyarakat. (*)

