Selain itu, ia membantah isu yang menyebut cabang olahraga putri akan dihapus dari ajang Porprov.
“Selama cabang olahraga tersebut masih terdaftar di KONI Pusat, maka tetap akan dipertandingkan. Jadi informasi mengenai penghapusan cabang olahraga putri tidak benar,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Maros Chaerul Syahab menyatakan kepengurusan yang dipimpinnya akan memprioritaskan penguatan organisasi sekaligus peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Maros.
“Kami menargetkan Maros mampu menembus tiga besar pada Porprov 2026,” katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, KONI Maros menyiapkan tiga program utama. Pertama, memperkuat tata kelola organisasi melalui pembenahan administrasi seluruh cabang olahraga.
Pengurus cabor akan diberikan pendampingan agar memiliki kemampuan administrasi yang lebih baik.
Program kedua difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama pelatih dan wasit.
KONI Maros akan mengirim mereka mengikuti berbagai pelatihan guna meningkatkan kompetensi.
“Prestasi atlet hanya dapat diraih apabila didukung oleh pelatih yang berkualitas,” ujar Chaerul.
Adapun program ketiga adalah memperkuat pembinaan prestasi melalui pelaksanaan training center (TC) mandiri bagi atlet yang dipersiapkan menuju Porprov.

