Rastranews.id, Makassar – Bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026 segera dibuka. Dijadwalkan, seluruh tim kasta tertinggi sepak bola Indonesia bisa melakukan transfer pemain mulai 10 Januari hingga 6 Februari 2026.
Hanya saja, nasib PSM Makassar pada bursa transfer paruh musim masih tergantung. Pasalnya, sampai saat ini Juku Eja masih dilarang melakukan kegiatan transfer oleh FIFA.
Hal itu setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan transfer selama tiga periode. Sanksi ini tertuang di laman resmi FIFA dan mulai berlaku pada 8 Oktober 2025.
Sanksi dari FIFA, diduga atas laporan mantan pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares yang gajinya belum dilunasi. Putusan ini memastikan PSM Makassar tak bisa merekrut pemain baru.
Padahal, Juku Eja sangat berpeluang merombak skuad sekaligus menambah kekuatan tim di sisa kompetisi. Bahkan, PSM Makassar juga memiliki kuota untuk mendatangkan pemain asing.

Kuota tersebut setelah Lucas Dias Serafim resmi mundur dari tim karena alasan keluarga. Namun karena sanksi, peluang mendatangkan pengganti Lucas akan sulit terwujud.
Apalagi sebelumnya, CEO PSM Makassar, Sadikin Aksa ogah ambil pusing soal FIFA kembali menjatuhkan sanksi. Menurutnya, sanksi tersebut sudah sering diberikan FIFA kepada PSM namun bisa diselesiakan meski waktunya cukup mepet.
“Soal sanksi, berapa kali PSM sering disanksi FIFA, sering toh? Selesai ngak masanya? Yaudah. Kita disanksi itu kita tidak bisa transfer sekarang aja kita tidak bisa transfer. Jadi kita pasti selesaikan,” imbuh Sadikin beberapa waktu lalu.
Sadikin menegaskan, saat ini lebih mengutamakan kemajuan tim ketimbang sanksi FIFA. Pasalnya, sanksi dari induk federasi sepakbola dunia itu normal terjadi dan menimpa banyak klub.
Jangankan klub Indonesia, klub-klub top Eropa saja banyak diantaranya mendapat sanksi dari FIFA. Terutama masalah keuangan hingga ada laporan dari pemain atau pelatih ke FIFA terkait masalah gaji.
“Sanksi FIFA normal, hampir semua pernah kena, masalah keuangan itu hampir semua kena. Saya juga tahu dari liga (Indonesia) juga ada. Tapi buat saya itu permasalahan masing-masing,” jelas Sadikin.
Yang pasti kata Sadikin, permasalahan dengan pihak pelapor yang berbuntut sanksi FIFA akan diselesaikan.
“Sanksi FIFA ok. Kita ada waktunya menyelesaikan pada saat kita mau lakukan transfer. Gitu aja. Kita ngak mungkin lakukan transfer kalau masih ada sanksi,” tegas Sadikin.
Dari pernyataan Sadikin, tidak menutup kemungkinan PSM Makassar bisa melakukan transfer pemain jika masalah dengan yang bersangkutan diselesaikan. Namun, sampai saat ini pihak PSM belum ada tanda-tanda untuk segera merombak pemain hingga mencari pengganti Lucas. (MU)

