RastraNews.id, Luwu Timur — Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam meminta seluruh kepala sekolah segera memperbarui data kondisi sarana dan prasarana sekolah secara real-time melalui aplikasi One Data Dikbud Luwu Timur.

Instruksi itu dikeluarkan setelah Pemkab Luwu Timur masih menemukan fasilitas pendidikan yang memprihatinkan di sejumlah wilayah, termasuk siswa yang terpaksa mengikuti pembelajaran dengan duduk di lantai.

Irwan menyampaikan hal tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dewan Pendidikan, serta seluruh kepala sekolah negeri jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Luwu Timur di Aula Disdikbud, Rabu (2/9/2026).

Menurut Irwan, pembenahan infrastruktur pendidikan harus dimulai dari data yang akurat dan sesuai kondisi lapangan. Karena itu, setiap kepala sekolah diminta tidak sekadar mengusulkan perbaikan, tetapi memastikan kondisi bangunan dan fasilitas sekolah tercatat dalam sistem.

“Kondisi ini perlu ditindaklanjuti melalui penginputan data secara nyata pada aplikasi One Data Dikbud Luwu Timur. Data tersebut membantu pemerintah mengklasifikasikan tingkat kerusakan baik ringan, sedang, maupun berat. Sehingga program perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” ujar Irwan.

Bangunan Sekolah Tua Minta Segera Direvitalisasi

Instruksi tersebut langsung mendapat respons dari satuan pendidikan. Kepala SMP Negeri 1 Malili, Agustati, mengatakan kondisi bangunan dan ruang kelas di sekolahnya telah diunggah ke sistem One Data Dikbud untuk selanjutnya diverifikasi.

Ia berharap data tersebut menjadi dasar pemerintah melakukan revitalisasi terhadap bangunan sekolah yang kondisinya sudah berusia tua.

“Bangunan sekolah kami sudah tua, Pak. Kami sangat berharap ada tindak lanjut berupa revitalisasi atau renovasi berdasarkan data dan bukti lapangan yang telah kami unggah di One Data Dikbud,” kata Agustati.

Bagi Pemkab Luwu Timur, sistem pendataan tersebut diharapkan mampu mengubah pola penanganan infrastruktur sekolah. Pemerintah dapat melihat sekolah mana yang mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat, kemudian menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

Kepala Sekolah Diminta Cegah Bullying dan Narkoba

Tak hanya soal bangunan, Irwan juga meminta kepala sekolah memperkuat pengawasan terhadap persoalan sosial yang dapat mengganggu tumbuh kembang peserta didik.

Dua persoalan yang menjadi perhatian yakni perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Irwan meminta kepala sekolah tidak hanya berfokus pada proses belajar-mengajar, tetapi juga memastikan sekolah menjadi ruang yang aman bagi siswa.

Ketua Dewan Pendidikan Luwu Timur, Herdinang, mendukung langkah tersebut. Ia mendorong pencegahan narkoba dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.

Dewan Pendidikan Luwu Timur, kata dia, telah membangun koordinasi dengan Polres Luwu Timur dan PT Vale Indonesia Tbk untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

Herdinang juga berharap persoalan keterbatasan fasilitas pendidikan mendapat perhatian dalam penyusunan APBD 2027.

Ia mendorong adanya alokasi anggaran yang memadai untuk pembangunan dan penambahan ruang kelas, toilet, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan hingga laboratorium.

Disdikbud Petakan Sekolah yang Butuh Revitalisasi

Sementara itu, Kepala Disdikbud Luwu Timur Raoda K. memastikan pihaknya telah mendata sejumlah sekolah yang membutuhkan revitalisasi bangunan.

Pendataan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai masukan yang disampaikan kepala sekolah terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan di wilayah masing-masing.

Rakor pendidikan tersebut turut dihadiri Koordinator Pengawas Sekolah Hamsidin, Tim Ahli RPJMD Afrianto, Sekretaris Disdikbud Darmawan, serta jajaran pengurus Dewan Pendidikan Luwu Timur.

Pemkab Luwu Timur kini mendorong pembenahan pendidikan berjalan berbasis data—mulai dari kondisi bangunan hingga persoalan perlindungan siswa—agar anggaran yang digelontorkan benar-benar menyasar kebutuhan sekolah yang paling mendesak.