Rastranews.id, Makassar – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, berhasil menyelesaikan Program Magister Teknik Sipil (S2) di Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia dengan predikat cumlaude.
Ia mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dan menuntaskan studi hanya dalam waktu satu tahun melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program RPL merupakan skema pendidikan yang mengakui pengalaman kerja serta pembelajaran nonformal sebagai bagian dari satuan kredit semester (SKS), sehingga memungkinkan percepatan masa studi. Skema ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Permendikbudristek Nomor 41 Tahun 2021.
Ujian tutup digelar pada Sabtu (11/4/2026) dan dipimpin oleh Ratna Musa dan Masud, bersama tim penguji yang terdiri dari sejumlah akademisi, di antaranya Lambang Basri Said, Hanafi Ashad, dan Andi Amin Latief.
Dalam seminar hasil, Irwan Bachri Syam mengangkat penelitian berjudul Kajian Pola Hujan Akibat Pengaruh Variabel Iklim pada DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep. Studi tersebut menganalisis keterkaitan variabel iklim seperti temperatur, kelembaban, dan kecepatan angin terhadap pola hujan serta dampaknya pada sektor pertanian, irigasi, kesehatan, dan lingkungan.
Salah satu pembimbing, Masud, menilai penelitian tersebut memiliki relevansi tinggi dan berpotensi diterapkan di berbagai daerah, termasuk Luwu Timur yang memiliki banyak daerah aliran sungai (DAS).
“Penelitian ini sangat penting karena berdampak langsung pada berbagai sektor strategis dan sangat aplikatif,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Irwan Bachri Syam menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan hasil penelitian tersebut di Luwu Timur.
“Hasil kajian ini akan kami dorong untuk diterapkan, mengingat potensi DAS di Luwu Timur sangat besar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak generasi muda untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama pembangunan daerah.
“Sekitar 10 ribu masyarakat Luwu Timur telah menerima beasiswa dari pemerintah daerah. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tegasnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa komitmen terhadap pendidikan dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sebagai kepala daerah, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

