Rastranews.id, Jeneponto — Revitalisasi Stadion Mini Turatea di Kabupaten Jeneponto ditargetkan rampung sebelum tahun baru.

Lapangan terbuka yang berada di Kecamatan Binamu, tepat berhadapan dengan Masjid Agung Jeneponto, tersebut diproyeksikan menjadi lapangan berstandar FIFA sekaligus ikon baru olahraga di Butta Turatea setelah puluhan tahun terbengkalai.

Proyek yang mulai dikerjakan sejak awal November 2025 ini ditargetkan rampung pada 29 Desember 2025, atau sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru. Paris Yasir menegaskan tidak ada toleransi terhadap keterlambatan.

Baru-baru ini, Bupati Jeneponto Paris Yasir  turun langsung memantau progres revitalisasi Stadion Mini Turatea hingga dini hari.

Pemantauan dilakukan sejak pukul 19.00 hingga 04.00 Wita demi memastikan proyek berjalan sesuai target kontrak.

“Saya tidak mau tahu, intinya lapangan ini harus selesai sebelum tanggal 31 Desember,” tegas Paris Yasir saat memantau langsung di lokasi, Selasa (23/12/2025).

Dalam pemantauan tersebut, Bupati Paris juga menegur langsung sejumlah pekerja yang dinilai tidak sesuai dengan standar kualitas pekerjaan.

“Di sini bukan soal kepuasan, tapi kualitas. Kalau ada yang tidak sesuai, pasti saya tegur,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa waktu pengerjaan tersisa enam hari, sehingga pengawasan ketat harus terus dilakukan. Selain itu, Paris menegaskan konsekuensi serius jika proyek tak rampung tepat waktu.

“Kalau tidak selesai sampai 30 Desember, anggaran dari provinsi tidak bisa dicairkan,” jelasnya.

Stadion Mini Turatea disiapkan sebagai pusat olahraga modern sekaligus ruang publik terbuka yang dapat diakses masyarakat luas, tanpa pagar pembatas.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap kehadiran stadion ini mampu meningkatkan fasilitas olahraga dan menjadi ruang interaksi sosial yang representatif bagi warga. (MU)