Rastranews.id, Makassar – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, bersama Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, menghadiri launching Sun Squad Institute yang digelar di Jalan Singa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/1/2026) sore.

Peresmian Sun Squad Institute dirangkaikan dengan kegiatan Ngopi Awal Tahun yang mengangkat tema “Peran Strategis Pemerintah Daerah dalam Pelayanan Publik yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat”. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka antara pemerintah daerah, akademisi, dan elemen masyarakat.

Sun Squad Institute diharapkan menjadi wadah aspirasi masyarakat dalam menyampaikan masukan, kritik, serta ide-ide konstruktif terkait kinerja pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Gowa dan wilayah sekitarnya.

WhatsApp Image 2026 01 12 at 19.14.12
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menyaksikan pemotongan tumpeng saat lounching Sun Squad Institute yang digelar di Jalan Singa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/1/2026) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menegaskan pentingnya keterbukaan pemerintah daerah terhadap suara masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Kehadiran Sun Squad Institute menjadi ruang yang sangat positif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terarah dan konstruktif. Ini membantu kami di daerah untuk terus berbenah dan memperbaiki kualitas layanan publik,” ujar Sitti Husniah.

Ia menambahkan bahwa masukan dari masyarakat merupakan bahan evaluasi penting bagi jajaran Pemkab Gowa agar pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan tepat sasaran.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Gowa sangat terbuka terhadap kritik dan saran. Justru dari situlah kami bisa mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam mengapresiasi lahirnya Sun Squad Institute sebagai ruang dialog yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Pelayanan publik yang baik hanya bisa terwujud jika ada komunikasi dua arah. Forum seperti ini menjadi jembatan penting agar kebijakan pemerintah tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Chaidir Syam.

Menurutnya, pemerintah daerah harus terus beradaptasi dengan dinamika sosial dan tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.

“Kami di daerah dituntut untuk cepat merespons keluhan masyarakat. Kehadiran lembaga seperti Sun Squad Institute dapat membantu menyuarakan aspirasi masyarakat secara lebih sistematis dan terukur,” tambahnya.

Diskusi semakin dinamis dengan kehadiran sejumlah panelis, di antaranya Harmansyah, Ketua Karang Taruna Sulawesi Selatan, dan Prof. Zakir Sabhara, yang dipandu oleh moderator Muh. Rijal Jama.

Harmansyah menekankan peran generasi muda dalam mengawal kualitas pelayanan publik di daerah.

“Anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kami di Karang Taruna melihat Sun Squad Institute sebagai ruang strategis untuk mendorong partisipasi pemuda dalam mengawal kebijakan dan pelayanan publik,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan elemen kepemudaan menjadi kunci terciptanya pelayanan publik yang inklusif.

Sementara itu, Prof. Zakir Sabhara menyoroti pentingnya pendekatan berbasis data dan kajian akademik dalam perumusan kebijakan pelayanan publik.

“Pelayanan publik harus berbasis kebutuhan riil masyarakat. Forum seperti ini perlu dimanfaatkan untuk menghasilkan rekomendasi yang ilmiah, aplikatif, dan dapat diimplementasikan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Launching Sun Squad Institute ditutup dengan diskusi santai dan ngopi bersama, mencerminkan semangat keterbukaan, kolaborasi, dan komitmen bersama dalam mendorong pelayanan publik yang lebih baik dan berdampak langsung bagi masyarakat.