RastraNews.id, Gowa — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang meminta kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Gowa Raya periode 2026–2027 mampu tampil lebih progresif dan berintegritas, serta mengambil peran dalam mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus HMI dan Kohati Cabang Gowa Raya periode 2026–2027 yang digelar di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Husniah Talenrang, pelantikan kepengurusan organisasi mahasiswa tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan yang mampu menghadirkan gagasan besar serta komitmen pengabdian bagi masyarakat.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial organisasi, tetapi merupakan titik awal kepemimpinan sekaligus ruang lahirnya gagasan-gagasan besar untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai tema Revitalisasi Kepemimpinan HMI Cabang Gowa Raya dalam Mewujudkan Insan Cita yang Progresif dan Berintegritas sangat relevan dengan tantangan zaman, di mana masa depan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan generasi muda.
Bupati Husniah juga berpesan kepada para pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, mereka diminta memperkuat soliditas kader, menghidupkan tradisi diskusi intelektual, serta menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Jadilah kader yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan berintegritas. Kepemimpinan yang baik tidak hanya terlihat dalam organisasi, tetapi manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa memandang mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan gagasan segar, kritik konstruktif, serta partisipasi aktif generasi muda dalam proses pembangunan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya periode 2026–2027, Taufiqurrahman, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menjadi kekuatan moral dan intelektual di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa HMI yang berdiri sejak 5 Februari 1947 membawa cita-cita besar yang diwariskan para pendirinya, khususnya Lafran Pane.
“Harapan dan cita-cita para pendiri itulah yang menjadi ruh perjuangan HMI, sehingga organisasi ini mampu bertahan dan terus hadir hingga hari ini,” jelasnya.
Menurut Taufiqurrahman, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kekuatan administratif dan politik, tetapi juga kompas moral yang menjadi penuntun dalam setiap kebijakan.
Ia berharap nilai-nilai dasar perjuangan HMI seperti kejujuran, integritas, keadilan, serta keberpihakan kepada rakyat dapat menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Pemerintah yang baik tidak hanya diukur dari banyaknya program, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengurus Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Andi Muhammad Saiful Haq, menyampaikan bahwa kepemimpinan membutuhkan dua hal penting, yakni keberanian dan momentum.
“Banyak orang memiliki keberanian tetapi tidak memiliki momentum. Sebaliknya, ada yang memiliki momentum tetapi tidak memiliki keberanian. Saya percaya pengurus yang dilantik hari ini memiliki keduanya,” ujarnya.
Dalam pelantikan tersebut, Taufiqurrahman resmi dilantik sebagai Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya periode 2026–2027 dengan Muhammad Ikram Syahrir AS sebagai Sekretaris Umum. Sementara itu, Saripa Ikawati dilantik sebagai Ketua KOHATI dengan Arnida Amir sebagai Sekretaris Umum.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa Hasrul Abdul Rajab, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa Jamaris Halik, Ketua Umum BADKO HMI Sulselbar Asrullah Dimass, serta Ketua Kohati Sulselbar Ita Rosita.
Momentum pelantikan yang berlangsung di bulan suci Ramadan ini diharapkan menjadi penguat semangat bagi kader HMI dan Kohati untuk terus berkarya dengan keikhlasan, menjaga integritas, serta mengabdikan diri bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (*)

