RastraNews.id, Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Literasi Masyarakat yang dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Luwu Timur oleh Bunda Literasi Kabupaten, dr. Ani Nurbani Irwan, di Aula Sasana Praja Kantor Bupati, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, ini bertujuan membangun komitmen bersama dalam meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat mulai dari lingkup keluarga, lingkungan sosial, hingga sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan menegaskan bahwa gerakan literasi harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret dan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.
“Tugas dan tanggung jawab kita jangan hanya menjadi seremoni belaka. Kita harus menjadi penggerak yang benar-benar mengimplementasikan gerakan literasi, tidak hanya di keluarga, tetapi juga memberi edukasi kepada sekitar, anak-anak di sekolah misalnya,” ujar Irwan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi dan penggunaan perangkat digital.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami serta memanfaatkan informasi secara bijak.
“Penggunaan gadget harus bijak. Di sinilah peran ibu-ibu semua, bagaimana memberikan edukasi yang tepat kepada anak-anak,” tambahnya.
Bupati Irwan turut mengajak seluruh Bunda Literasi yang baru dikukuhkan untuk menghadirkan program-program yang menyentuh langsung lingkungan sekolah dan masyarakat agar manfaat gerakan literasi dapat dirasakan lebih luas.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan, menyampaikan bahwa keberadaan Bunda Literasi memiliki peran strategis dalam membangun budaya membaca dan belajar di lingkungan keluarga.
Ia berharap pengukuhan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan desa dapat memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan gerakan literasi dari tingkat paling dasar, yakni keluarga.
“Melalui pengukuhan Bunda Literasi kecamatan dan desa pada hari ini, saya berharap akan lahir komitmen bersama untuk memperkuat gerakan literasi dari tingkat keluarga. Karena keluarga merupakan sekolah pertama dan utama bagi anak-anak kita,” tuturnya.
Selain pengukuhan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Lomba Membaca Nyaring PKK Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Luwu Timur bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemaparan materi literasi oleh Nasaruddin dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang memberikan penguatan mengenai pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. (*)

