Rastranews.id, Makassar — Di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa nasional serta asing, bahasa daerah di Sulawesi ternyata masih bertahan kuat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020) mengungkapkan, terdapat 229 bahasa daerah yang masih digunakan di Pulau Sulawesi.
Bahkan, 62,85 persen penduduk Sulawesi berusia lima tahun ke atas tercatat masih menggunakan bahasa daerah saat berkomunikasi dengan keluarga di rumah.
Data ini menunjukkan bahwa bahasa daerah masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
BPS Sulawesi Selatan, melalui unggahan resmi Instagram-nya dikutip Senin (21/12/2025), menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kelestarian bahasa ibu.
Penggunaan bahasa daerah di lingkungan rumah dinilai efektif menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal, terutama pada generasi muda.
Dari ratusan bahasa daerah tersebut, terdapat tiga bahasa dengan jumlah penutur terbanyak.
Bahasa Bugis berada di posisi teratas dengan 26,42 persen penutur, disusul Bahasa Makassar sebesar 14,92 persen, dan Bahasa Toraja dengan 6,40 persen.
Sementara 52,26 persen lainnya menggunakan berbagai bahasa daerah lain yang tersebar di Sulawesi.
BPS juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam berbahasa, sejalan dengan slogan nasional “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”.
Bahasa Indonesia tetap menjadi pemersatu bangsa, namun bahasa daerah adalah identitas dan warisan budaya yang tak ternilai.
Dengan fakta tersebut, BPS berharap masyarakat terus menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga, sebagai langkah konkret melestarikan kekayaan budaya bangsa agar tidak tergerus zaman. (MU)

