Rastranews.id, Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan memperkuat sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulsel dalam upaya meningkatkan kualitas pendataan sektor usaha di daerah. Kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung di Kantor Kadin Sulsel, Kompleks Ruko Diamond, Makassar.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPS Sulsel, Aryanto. Dalam kesempatan itu, Aryanto menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum strategis untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap berbagai bidang dan jenis usaha yang telah berjalan di Sulawesi Selatan.
“Tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk memetakan secara lebih rinci sektor usaha yang ada, baik dari sisi jenis maupun skala usahanya. Data ini akan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kadin Sulsel guna menjangkau pelaku usaha yang belum terdata secara optimal.
“Kami membutuhkan dukungan Kadin sebagai mitra strategis, karena Kadin memiliki jaringan langsung dengan pelaku usaha. Dengan kolaborasi ini, kami optimistis cakupan pendataan bisa lebih luas dan akurat,” tambah Aryanto.
Menurutnya, BPS tidak hanya fokus pada sektor ekonomi, tetapi juga melakukan pendataan sosial yang berkaitan dengan kepemilikan aset masyarakat. Karena itu, partisipasi seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk menghasilkan data yang komprehensif.
“Pendataan yang kami lakukan juga mencakup aspek sosial, termasuk kepemilikan aset. Oleh karena itu, peran serta seluruh stakeholder sangat kami harapkan agar data yang dihasilkan benar-benar valid dan bisa digunakan secara maksimal,” jelasnya.
BPS Sulsel juga telah menyiapkan sistem pendataan berbasis digital melalui tautan (link) khusus yang memudahkan pelaku usaha dalam mengisi data sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga tersebut. Selain itu, kerahasiaan data dijamin serta proses pengisian dibuat lebih fleksibel.
“Kami memastikan kerahasiaan data responden tetap terjaga. Sistem yang kami siapkan juga fleksibel, sehingga memudahkan pelaku usaha dalam memberikan informasi,” tegas Aryanto.
Sementara itu, Ketua Kadin Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras melalui Wakil Ketua Kadin Sulsel, Harmansyah, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh langkah BPS.
“Kami siap berkolaborasi dengan BPS dalam mendata para pengusaha di Sulawesi Selatan. Apalagi kami memiliki lembaga Kadin Business Pulse yang bisa mempermudah proses pendataan hingga ke daerah,” ujar Harmansyah.
Ia juga menambahkan bahwa Kadin melihat ini sebagai peluang untuk sekaligus mengidentifikasi perusahaan-perusahaan besar yang belum bergabung di bawah naungan Kadin.
“Kami berharap kontribusi Kadin bisa maksimal dalam membantu proses pendataan ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Harmansyah menekankan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis sebagai penyumbang utama dalam pemberdayaan tenaga kerja, sehingga perlu mendapat perhatian dalam proses pendataan.
Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Kadin Sulsel, Muh Taufik, yang turut menerima audiensi, menyambut baik inisiatif tersebut.
“Kami melihat langkah ini sangat positif untuk memperkuat basis data pelaku usaha di Sulawesi Selatan. Dengan data yang valid, kebijakan yang dihasilkan juga akan lebih tepat sasaran,” kata Taufik.
Ia menegaskan, Kadin Sulsel siap menjadi mitra strategis BPS dalam menjangkau pelaku usaha di berbagai sektor, termasuk UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Kolaborasi antara BPS dan Kadin Sulsel diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan terintegrasi, guna mendukung perumusan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif di Sulawesi Selatan.

