Rastranews.id, Makassar — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 93 desa dan kelurahan di Sulsel mengalami tawuran massal sepanjang tahun 2024.
Data tersebut dikutip Rastranews.id dari akun Instagram resmi BPS Sulawesi Selatan (@bpssulsel), Minggu (28/12/2025), berdasarkan publikasi Statistik Potensi Desa (Podes) 2024.
BPS menjelaskan, tawuran massal merupakan perkelahian yang melibatkan banyak pelaku. Konflik ini dapat terjadi antar kelompok masyarakat, pelajar, suku, maupun kelompok lainnya.
Kota Makassar menempati urutan pertama dengan jumlah kejadian terbanyak. Tercatat 23 desa/kelurahan di Makassar mengalami tawuran massal selama satu tahun terakhir.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Enrekang dengan sembilan kejadian. Disusul Kabupaten Pangkep sebanyak tujuh kejadian.
Selanjutnya, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Pinrang masing-masing mencatat enam kejadian tawuran massal. Daerah lainnya memiliki jumlah kejadian di bawah enam.
BPS menekankan, data ini menjadi perhatian bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Pencegahan konflik sosial dinilai membutuhkan peran aktif pemerintah dan masyarakat.
Melalui publikasi ini, BPS mengajak seluruh pihak memperkuat persaudaraan dan menyelesaikan konflik secara damai. Tujuannya mewujudkan Sulawesi Selatan yang aman, kondusif, dan harmonis.
Terkait data 2025, penulis belum menemukan data yang di publikasi oleh BPS. (MU)

