Rastranews.id, Palopo – Pemerintah Kota Palopo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi istilah “El Nino Godzilla” yang belakangan ramai diperbincangkan.
BPBD menegaskan, informasi tersebut perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan di tengah masyarakat.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, peluang terjadinya fenomena El Nino pada 2026 berada di kisaran 50–60 persen pada semester kedua, yakni mulai Juli hingga akhir tahun.
Meski demikian, El Nino yang diprediksi terjadi berada pada kategori lemah hingga moderat, sehingga masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Saat ini, wilayah Palopo tengah memasuki masa pancaroba atau peralihan musim. Kondisi ini umumnya ditandai dengan cuaca panas pada pagi hingga siang hari, disusul potensi hujan pada sore hingga malam dengan intensitas yang bervariasi.
Puncak El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, bertepatan dengan puncak musim kemarau di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut berpotensi memicu penurunan curah hujan, peningkatan suhu udara, hingga risiko kekeringan dan kebakaran.
Menyikapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah menekankan pentingnya langkah mitigasi sejak dini, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Sejumlah langkah yang dianjurkan antara lain menghemat penggunaan air bersih, mengantisipasi kekeringan sejak awal musim kemarau, serta tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
BPBD Palopo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko bencana akibat dampak El Nino.
“Yang terpenting adalah tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi sejak dini,” demikian imbauan BPBD.

