Rastranews.id, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar, memprakirakan kondisi hujan masih berpotensi terjadi hingga sore hari di Kota Makassar dan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Prakirawan BMKG Makassar, Retno Noviana, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi aktifnya empat gelombang ekuator secara bersamaan, yakni Depresi Tropis, Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin.
“Keempat fenomena atmosfer tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di wilayah Laut Banda turut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Uap air tersebut kemudian dibawa oleh angin timuran menuju Sulawesi Selatan. Sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan di sejumlah wilayah.
“Untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, sampai besok. Lusa sudah mulai berkurang,” terang Retno, Senin (18/6/2026).
Olehnya itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, terutama bagi pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat,” imbuhnya.(JY)

