Rastranews.id, Gowa – Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong lahirnya Dai Cyber, pendakwah yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Wilayah (Silakwil) Terpadu yang diselenggarakan oleh LPPSDM, LPPRM, dan LDSI—tiga lembaga internal DPW BKPRMI Sulsel—di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Kabupaten Gowa, pada 7–8 Februari 2026.

Ketua DPW BKPRMI Sulsel, Asri Said, menyampaikan bahwa Silakwil Terpadu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana konsolidasi internal organisasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian agenda.

“Silakwil ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi gerakan, khususnya dalam merespons tantangan dakwah di era digital,” ujar Asri Said.

Pada sesi dialog kepemudaan, panitia menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Munawir, AM. Iqbal Parewangi, dan Anshar Aminullah.

Ketiganya mengulas peran penting pemuda Islam dalam menghadapi tantangan moral, digital, dan kebangsaan di masa depan Indonesia.

Prof. Munawir menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Ia juga mengingatkan bahwa masjid harus tetap menjadi ruang pulang dan pusat pembinaan terbaik bagi generasi Muslim.

Sementara itu, AM. Iqbal Parewangi menyoroti pergeseran lanskap ideologi di era digital yang kini banyak dipengaruhi oleh algoritma media sosial.

Menurutnya, pemuda Islam perlu beradaptasi dengan perkembangan tersebut melalui penguatan “mimbar maya”, sebagai ruang dakwah digital untuk menyampaikan nilai-nilai dan gagasan Islam secara kreatif serta relevan.

Adapun Anshar Aminullah mengelaborasi perubahan tren dakwah di kalangan Gen Z dan Gen Alpha yang cenderung menyukai pendekatan sederhana, singkat, dan tidak berbelit. Kondisi ini, menurutnya, menuntut inovasi metode dakwah tanpa meninggalkan basis pembinaan yang telah berjalan.

Di akhir kegiatan, Asri Said kembali menegaskan bahwa program Dai Cyber akan menjadi salah satu fokus utama gerakan BKPRMI Sulsel ke depan.

Program ini diharapkan mampu melahirkan dai-dai muda yang tidak hanya matang secara spiritual dan intelektual, tetapi juga cakap memanfaatkan ruang digital sebagai sarana dakwah yang beretika, inklusif, dan mencerahkan umat.

Ia menambahkan, BKPRMI Sulsel akan tetap konsisten membina generasi muda Islam, baik di tingkat TKA/TPA maupun pemuda dan remaja masjid, sebagai aset masa depan bangsa, sembari terus beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi dakwah generasi muda. (MA)