RastraNews.id, Palu – Isu dugaan pungutan sebesar Rp500 ribu kepada setiap kepala OPD dalam pelaksanaan program “Subuh Berkah” yang dikaitkan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dibantah tegas oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Tengah selaku penyelenggara kegiatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesra Sulteng, Rustam, yang juga bertindak sebagai koordinator kegiatan, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan dimuat salah satu media online tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Saya sebagai koordinator kegiatan Subuh Berkah sangat tidak menerima pemberitaan tersebut. Apalagi Bapak Gubernur tidak pernah memerintahkan adanya kontribusi dengan nominal tertentu kepada OPD,” tegasnya, Minggu (19/4/2026).

Menurut Rustam, Gubernur justru menekankan agar partisipasi OPD bersifat sukarela dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, bahkan cukup dalam bentuk sederhana.

“Beliau selalu menyampaikan, kontribusi disesuaikan dengan kemampuan. Bahkan hanya menyediakan air minum saja tidak masalah. Tidak pernah ada penetapan nominal,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan telah diatur melalui surat resmi yang ditandatangani Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, dengan pembagian tugas OPD sebagai penanggung jawab kegiatan. Dalam surat tersebut, kontribusi yang dianjurkan hanya berupa penyediaan lima dus air mineral atau setara sekitar Rp200 ribu.

Dengan demikian, ia menegaskan bahwa klaim adanya pungutan Rp500 ribu per orang, apalagi jika diakumulasi hingga puluhan juta rupiah, tidak berdasar.

“Tidak benar jika ada jumlah Rp500 ribu per orang, apalagi dihitung sampai puluhan orang. Itu jauh dari fakta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rustam menyayangkan beredarnya informasi tanpa konfirmasi kepada pihak yang berwenang. Ia menilai, klarifikasi langsung atau peninjauan ke lapangan seharusnya dilakukan sebelum menyampaikan tudingan ke publik.

“Seharusnya yang bersangkutan mengonfirmasi atau melihat langsung kegiatan agar mendapat gambaran utuh,” tambahnya.

Ia menegaskan, program “Subuh Berkah” merupakan kegiatan bernuansa dakwah dan kebersamaan yang mendapat respons positif dari berbagai pihak. Bahkan, tidak sedikit yang ingin berpartisipasi secara sukarela.

“Kegiatan ini bagian dari dakwah. Banyak yang ingin menyumbang, namun kami tetap mengharapkan partisipasi OPD karena setiap pelaksanaan melibatkan beberapa OPD sekaligus,” jelasnya.

Selain itu, konsumsi yang disediakan dalam kegiatan tersebut pada dasarnya juga dinikmati oleh peserta dari OPD yang terlibat.

Di akhir pernyataannya, ia mengaku prihatin atas pemberitaan yang dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Ini sangat mengiris hati kami, karena informasi yang beredar jauh dari fakta di lapangan,” pungkasnya.