RastraNews.id, Makassar — Bentrokan dua kelompok warga pecah di Jalan Ujung Bori, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026). Polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata setelah mendapat serangan menggunakan anak panah busur, batu, hingga bom molotov.
Kericuhan dipicu persoalan lahan seluas sekitar 30 hektare yang saat ini dihuni ratusan warga Ujung Bori.
Personel gabungan Polrestabes Makassar dari Unit Jatanras dan Sat Samapta diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan massa yang menutup akses Jalan Ujung Bori.
Situasi sempat memanas. Saat polisi berupaya memukul mundur massa, sejumlah warga melakukan perlawanan dengan melepaskan anak panah busur, melempar batu, hingga menggunakan bom molotov ke arah petugas.
Berawal dari Pemasangan Papan Bicara

Bentrokan bermula ketika sekelompok warga mendatangi lokasi untuk memasang papan bicara yang menyatakan kepemilikan atas lahan seluas 30 hektare tersebut.
Namun, keberadaan kelompok itu mendapat penolakan dari warga Ujung Bori yang selama ini menempati kawasan tersebut.
Penolakan kemudian berkembang menjadi aksi penutupan akses jalan. Ketegangan meningkat hingga terjadi bentrokan antara kedua kelompok.
Dalam kericuhan tersebut, dua unit kendaraan bermotor yang diduga milik kelompok warga yang hendak memasang papan bicara turut dibakar massa.
Polisi kemudian turun tangan untuk mengendalikan situasi. Gas air mata beberapa kali ditembakkan untuk membubarkan massa dan membuka kembali akses jalan.
Polisi Temukan Busur hingga Bom Molotov
Setelah situasi mulai mereda, polisi melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
Dari penyisiran tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam bentrokan, di antaranya anak panah busur, bom molotov, senjata tajam jenis samurai, serta petasan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan personel masih melakukan pengamanan untuk mencegah bentrokan kembali terjadi.
“saat ini kami masih siagakan anggota dilokasi, jangan sampai bentrokan ini terulang dan merugikan masyarakat dan pengguna jalan”, ujar Arya Perdana.
Catatan: karena naskah yang Anda kirim belum memuat kalimat SOT asli Kombes Arya Perdana, saya tidak mengarang kutipan. Jika Anda kirim isi komentar/SOT Kapolrestabes, saya bisa memasukkannya secara utuh dan membuat artikelnya lebih tajam.
Meski bentrokan telah mereda setelah polisi memberikan pemahaman kepada warga dan meminta akses jalan tidak lagi ditutup, situasi di lokasi masih mendapat pengamanan ketat.
Ratusan personel gabungan Polrestabes Makassar dan Satbrimob Polda Sulawesi Selatan masih disiagakan untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
Polisi juga terus memantau pergerakan kedua kelompok yang terlibat agar persoalan lahan tersebut tidak kembali memicu aksi kekerasan.


