Rastranews.id, Bener Meriah – Data terkini dari BPBD Bener Meriah, menginformasihkan korban meninggal dunia akibat Banjir dan longsor berjumlah 29 orang.
Sementara yang hilang 23 orang dan jumlah pengungsi mencapai, 38.294 dan warga terisolir 46.611 jiwa.
Sementara rincian data enam kecamatan terisolir yakni kecamatan Pintu Rime Gayo terdapat 23 desa terisolir dengan 17.138 jiwa.
Berikutnya, Kecamatan Gajah Putih terhadap 10 desa yang terisolir dengan 10.396 jiwa. Kecamatan Mesidah, ada 15 desa dengan 6.325 jiwa terisolir.
Untuk kecamatan kecamatan Syiah Utama ada 14 Kecamatan dengan 2.799 jiwa warga.
Selanjutnya untuk kecamatan Permata terdapat 6 desa terisolir dengan 6.014 sementara untuk dengan Timang Gajah ada empat desa yang terisolir 3.939 jiwa warga terisolir.
Hingga berita ini dirilis, jaringan listrik dan telpon dan internet putus, sementara warga mulai panik karena kesulitan untuk mencari kebutuhan makanan pokok, terutama beras yang sangat sulit dicari, begitu juga untuk mencari bahan bakar BBM untuk kendaraan.
Pihak Berwenang terus melakukan pendataan dan evakuasi dan memperbaiki akses jalan untuk menembus desa-desa terisolir.
Pemda Bener Meriah terlihat kelabakan menangani dampak bencana ini dan berharap respon cepat dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Aceh.
”Tolong bapak Presiden Prabowo, secepatnya berikan kami bantuan, mumpung cuaca sedang bagus, kami khawatir, kalau datang lagi hujan akan mempersulit warga, tolong pak presiden,”ungkap Aman Adi Salah seorang warga Bener Meriah, dikutip dari rilis BNPB.
Diketahui bencana banjir dan longsor di penghujung tahun 2025 ini merupakan bencana yang paling berdampak parah di kabupaten Bener Meriah dan membutuhkan respon cepat pemerintah. (MA)

